Kamis, 07 Juni 2018

Pengusaha Ikan Hidup Asal Jinato, Ditahan Di Rutan Selayar, Ini Barang Buktinya

MEDIA SELAYAR. Dari Sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Selayar diketahui bahwa kasus yang mendera H.M.N salah seorang pengusaha ikan hidup asal Jinato Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar telah memasuki tahap persidangan saksi. Dan saat ini sidangnya telah memasuki sidang ke 4 dengan agenda tahapan pemeriksaan saksi.

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua PN. Selayar saat dikonfirmasi pada Rabu 6 Juni 2018 melalui Humas PN. Selayar.

Dari SIPP tersebut juga dituliskan bahwa Nomor Perkaranya 34/Pid.Sus/2018/PN Slr dimana perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 92 Undang Undang Nomor : 31 tahun 2004 tentang Perikanan

Dari SIPP PN. Selayar ini ditulis Dakwaan terhadap terdakwa H.M.N yang isinya adalah :

"Bahwa Ia terdakwa H. MUHAMMAD NENG Bin H. MUHAMMAD SONGSENG pada hari Senin tanggal 30 April 2018 sekira pukul 13.01 wita atau setidak tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam bulan April 2018, bertempat di perairan / pantai Dusun Kayu Buleng Desa Jinato Kec. Taka Bonerate Kab. Selayar, atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Selayar, terdakwa yang dengan sengaja diwilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan dan pemasaran ikan yang tidak memiliki SIUP sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1)."

Ini barang buktinya :

"1 (satu) Unit Keramba (Dititpkan pada penyidik direktorat reserse kriminal khusus polda sulawesi selatan); - 2 (Dua) Ikan Kakap Merah (habis digunakan dalam pemeriksaan laboratorium forensik polri Cab. Makassar) ; - 5 (lima) Ikan Sunu ( 1 ekor ikan sunu telah disishkan untuk pengujian labolatories dan 4 ekor ikan sunu telah dijual oleh penyidik dengan harga 120.000 serta hasil penjualannya dijadikan barang bukti pengganti dalam perkara terdakwa; - 5 (lima) Ikan Katamba (i ekor ikan katamba sunu telah disishkan untuk pengujian laboratoris dan 4 ekor ikan katamba telah dijual oleh penyidik dengan harga 100.000 serta hasil penjualannya dijadikan barang bukti pengganti dalam perkara terdakwa ; - 31 (tiga puluh satu) Buah Nota Kontan pembelian ikan ; - 2 (dua) buah buku catatan pembelian ikan dari nelayan ; - 5 (lima) leembar kertas HVS catatan pembelian ikan ; - 20 (dua puluh) buah spoid bekas suntikan ikan ; - 1 (satu) buah botol yang berisi cairan CEFOTAXIME ; - 1 (satu) buah obat kuning isi 50 gram ; - 26 (dua puluh enam) botol obat CEFOTAXIME isi 1 (satu) Gram ; - 2 (dua) unit handphone merk Nokia Type 105 warna putih beserta kartu SIM - 1 (satu) Lembar surat ijin usaha perikanan (SIUP) Nomor 24 ; /SIUP/DISKAPER/V/2012 tanggal 19 mei 2012 atas nama H. MUHAMMAD NENG; Tempat Penyimpanan Dititip Pada Kantor Kejaksaan Negeri Selayar."

Sementara itu dari data lain yang diperoleh media bahwa pengusaha ikan hidup Jinato ini telah ditahan sejak 1 - 5 - 2018 hingga hari ini di Rutan Selayar, dimana sebelumnya ditahan di Makassar oleh penyidik. Dan masa penahanan hakim akan berakhir pada 18 Juni 2018.

Kecuali jika ada perpanjangan selanjutnya atau kemudian mendapat putusan hakim Pengadilan Negeri Selayar. (*)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.