Sabtu, 26 Mei 2018


MEDIA SELAYAR. Ketua OKK DPD I Golkar Sulsel Risman Pasigai mengingatkan semua pihak aga mampu berpolitik secara beradab. Selanjutnya Para calon kepala daerah diingatkan untuk waspada atas segala upaya kampanye hitam (black campaign).‎


Hal ini disampaikan oleh Risman Pasigai setelah melihat fenomena maraknya black campaign yang beredar jelang tahapan pemilihan Pilgub Sulsel terutama yang dialamatkan ke pasangan nasionalis religius NH – AZIZ seperti selebaran gelap tersebar secara massif di beberapa daerah yang berisikan konten konten yang dapat mengundang antipati masyarakat , SMS Blas, serta upaya penggiringan opini publik melalui akademisi untuk menyerang lawan politik.

Risman menyatakan, hal itu mengingatkan semua pihak agar menentang politik hitam, yang menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan.

“Waspadailah kampanye hitam yang dilakukan secara sistemik melalui rekayasa pelanggaran moral, isu korupsi, dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah-belah antara calon dan parpol pengusungnya,” kata ‎Risman.

Bahkan, Risman menjelaskan, pelaku black campaign sangat lihai dalam melakukan rekayasa. Seperti, lanjutnya,cara-cara lempar batu sembunyi tangan, bahkan tak segan untuk menuduh orang lain atas tindakan yang dilakukannya.

“Ini yang lucu tapi harus tetap hati-hati, karena black campaign sekarang ini ada maling teriak maling. Dia yang lakukan, tapi seolah-olah menasehati untuk waspada,” ujar Risman.
Juru Bicara NH-Aziz itu juga berharap seluruh pihak tidak menggunakan cara-cara jekkong disetiap tahapan pilkada. Mulai dari tahap kampanye hingga pencoblosan nanti, kata Risman, praktik jekkong patut diwaspadai.

“Karena kami percaya, kami diajari di dalam berpolitik ini bahwa siapapun yang menghalalkan segala cara tidak akan menang. Mereka akan dikalahkan oleh kekuatan rakyat itu sendiri,” katanya. (*)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.