Selasa, 30 Januari 2018

Selamatkan Sandera Abu Sayyaf, TNI, Tidak Mungkin Lakukan Operasi Militer


MEDIA SELAYAR. Penyelamatan Sandera Abu Sayyaf, TNI Tak Lakukan Operasi Militer. Demikian dikutip dari Nasional Tempo edisi Selasa, 30 Januari 2018 .

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Indonesia tidak dapat melakukan operasi militer untuk penyelamatan tiga orang warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina.

"Enggak mungkin, negara lain di sana," kata dia di DPR RI, Senin, 29 Januari 2018.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa TNI sudah melakukan komunikasi dengan otoritas Filipina soal penyanderaan WNI tersebut. "Sudah kami lakukan terus, termasuk Menhan (Menteri Pertahanan) juga selalu," tutur dia.

Hadi menegaskan selalu memantau perkembangan Abu Sayyaf. Dia mengatakan bekerja sama sengan otoritas di sana, guna menyelamatkan warga Indonesia yang ditawan di sana.


Tiga orang nelayan sandera asal warga Kepulauan Selayar, disandera kelompok Abu Sayyaf saat sedang berlayar di Perairan Lahat Datu, Malaysia Timur pada Januari 2017. Mereka adalah Hamdan dan Sudarling, warga kepulauan Bembe, Kecamatan Pasi Masunggu, Selayar. Satu nelayan lagi bernama Subandi, yang merupakan warga Kecamatan Bontobahari, Bulukumba.

Dalam video amatir yang diunggah kelompok Abu Sayyaf yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, seorang nelayan meminta pertolongan. 

"Kepada pemerintah kita di Indonesia, Presiden Joko Widodo untuk cepat membebaskan kami, sebab kami ada batas waktu untuk potong kepala, kami minta tolong kepada pemerintah, kami tidak mau mati di sini," ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan RI Ryamirzard Ryacudu mengatakan sudah berbicara dengan Presiden Filipina Rodrigo Duerte. Menurut dia, Duerter sudah membukakan pintu bagi Indonesia untuk menyelamatkan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. (***)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Media Selayar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

MEDIA SELAYAR. Diberdayakan oleh Blogger.