Selayar
Home » , » Stok Rastra Di Kepulauan Selayar Aman Hingga 9 Bulan Kedepan

Stok Rastra Di Kepulauan Selayar Aman Hingga 9 Bulan Kedepan

Penulis Media Selayar on Selasa, 10 Oktober 2017 16.48.00

Stok Rastra Di Kepulauan Selayar, Aman Hingga 9 Bulan Kedepan

MEDIA SELAYAR
. Perum Bulog Divre Sulselbar hari ini Selasa 10 Oktober 2017 melakukan koordinasi ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terkait penyaluran beras raskin yang kini berganti nama menjadi beras sejahtera (Rastra).

Dalam koordinasi ini, Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Sulselbar  Ir.St. Mardati Saing bertemu dengan Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar Drs. Dahlul Malik.MH. Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung diruang kerja Asisten Administrasi Setda.

Ir. St. Mardati Saing menyampaikan bahwa penyaluran stok beras ke Kepulauan Selayar aman sampai 9 bulan ke depan. Dan sejauh ini pihak Bulog belum menerima keluhan dan kendala. Dan Perum Bulog Divre Sulselbar menyatakan komitmen untuk menyalurkan rastra yang baik dan layak konsumsi. 

Nama berubah, tapi penggunaan, alokasi, distribusi dan semuanya masih tidak berubah. Rastra atau raskin itu tetap dibawa ke kantor kecamatan, sebelum akhirnya dibawa ke setiap desa atau kelurahan, oleh masing-masing perangkat desa, jelas Ir. St. Mardati Saing,
Dan yang paling penting diketahui masyarakat bahwa jangan pernah menerima beras yang rusak atau tidak layak konsumsi. Jika ada, laporkan dan kami siap ganti," tegasnya.

Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar Drs. Dahlul Malik, S.H, mengatakan bahwa kedatangan Tim Bulog kali ini lebih kepada memonitoring pelaksanaan rastra.  Dan sebenarnya setiap kabupaten memiliki cadangan rastra yang bisa dipakai saat ada bencana alam atau nelayan yang tidak bisa melaut. Kita akan meminta datanya melalui Dinas Sosial agar segera bisa disalurkan jika memang perlu,"

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Rustam Noor, S.H, yang juga hadir dalam pertemuan mengatakan bahwa koordinasi ini sangat bagus karena Bulog tidak sekadar koordinasi, tetapi juga memonitoring dan melihat langsung gudang penyimpanan. Agar beras yang sudah lama disimpan dan sudah mulai tidak layak konsumsi bisa segera diganti dengan beras yang baru. (Humas)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar