Selayar
Home » , » No Tourism Without Conservation..."

No Tourism Without Conservation..."

Penulis Media Selayar on Selasa, 10 Oktober 2017 08.28.00

No Tourism, Without Conservation

Oleh : Bambang Haryanto
Pemerhati Pariwisata dan Transportasi

MEDIA SELAYAR. Dalam artikel ini tidak membahas Sustainable Development Tourism, karena butuh ruang tersendiri. Artikel singkat ini adalah sekilas tentang latar belakang penyelenggaraan event seminar sehari bertajuk "NO TOURISM WITHOUT CONSERVATION" yang dilaksanakan saat Hari Konservasi. 

Bisnis Pariwisata dewasa ini memang memberikan kecerahan bagi pergerakan roda ekonomi nasional. Multiplier effect dari bisnis pariwisata secara signifikan memberikan gairah investasi yang cukup menjanjikan. Maka untuk menunjang pariwisata dibangunlah infrastruktur, sarana akomodasi, transportasi darat - laut - udara, obyek wisata dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Namun bukan tanpa tantangan, disektor industrI lain juga ingin bertumbuh yang dapat menggerus pengembangan pariwisata, lahan yang dibangun pemukiman, terjadinya ilegal fishing, mining, logging, penggusuran cagar alam, cagar budaya serta asuknya seni budaya asing yang menggeser posisi seni budaya tradisional.

Oleh karena itu perlunya dibarengi dengan kegiatan konservasi disemua aspek yang bertujuan tercapainya kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang. Konservasi sendiri merupakan bagian terintegrasi dengan kebutuhan industrii pariwisata akan lingkungan alam, seni budaya, ekonomi kreatif.

Sementara itu pariwisata adalah tata ruang, ruang lingkup yang sangat kompleks, saling berkaitan satu sama lain yang perlu dijaga keharmonisannya. Atas dasar kondisi itulah kemudian lahir Ecotourism, Green Tourism, Community Based Tourism sebuah konsep pariwisata yang mengedepankan kepedulian akan kegiatan yang ramah lingkungan dan kearifan lokal.

Tema Pariwisata Ramah Lingkungan pernah dicanangkan oleh UNWTO dalam hajatan ITB Berlin 2010 dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim yang ekstrim akibat eksploitasi isi hutan secara berlebihan, pencemaran oleh limbah industri dan berbagai dampak negatif yang dihasilkan oleh aktifitas manusia yang mengabaikan aspek kelestarian lingkungan serta tindakan destructive lainnya.

Mengutip UNWTO : Pariwisata berkelanjutan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat. 

Prinsip-prinsip keberlanjutan mengacu pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya dari suatu destinasi wisata. Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, maka keseimbangan antar 3 dimensi tersebut harus dibangun dengan baik. Sebuah mata-rantai dalam aktifitas pariwisata yang tidak boleh terputus.

Untuk menjawab kebutuhan dan tantangan kedepan tersebut sangat penting melakukan penyelamatan, pemeliharaan, pengembangan atau Konservasi demi pembangunan pariwisata berkelanjutan, maka perlu diwujudkan adanya kesamaan visi & misi seluruh stake holder dalam menjalankan roda pembangunan dan menggugah hati seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi akftif dalam pelestarian lingkungan alam, seni dan budaya kita yang kita cintai ini. Pariwisata tidak akan ada tanpa konservasi.


Salam Pariwisata! Salam Lingkungan Hijau Lestari !. .


BACA JUGA

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar