Home » , , , , , » Pilkada, Tanah, Tapal Batas Potensi Konflik di Sulsel

Pilkada, Tanah, Tapal Batas Potensi Konflik di Sulsel

Penulis Media Selayar TV on Sabtu, 22 April 2017 09.10.00

MEDIA SELAYAR WHILE IMPROVEMENT AND REINFORCEMENT OF OLD ARTICLES TO SOME FUTURE TIME. PLEASE SORRY TO THIS INTERFERENCE. Dari Temu Koordinasi Tokoh Adat, Agama, dan Masyarakat Jumat, 7 Mei 2010 | 01:44 WITA

SEJUMLAH masalah masih menjadi pemicu konflik utama di Sulsel dalam beberapa tahun belakangan ini. Potensi konflik yang sangat menonjol di daerah ini di latar belakangi persoalan administrasi pertanahan, kecemburuan sosial, serta tapal batas wilayah. Pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilu legislatif juga masih menjadi pemantik konflik di Sulsel. 

Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel Andi Murlina Muallim mengatakan era reformasi sekaligus merubah format politik Indonesia pasca orde baru. Termasuk munculnya beragam konflik di daerah mulai bernuansa suku, ras, dan agama (SARA), ingin memisahkan diri dari NKRI, demonstrasi mahasiswa yang menuntut kebijakan yang pro rakyat, konflik pertanahan, dan lainnya.

Hal tersebut dikatakan Murlina dalam Temu Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Konflik Sosial bagi Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat(Toma), Tokoh Adat (Todat) dan Pemangku Kepentingan lainnya, di Hotel Alden Makassar, Kamis (5/5). Kegiatan yang dilaksanakan Biro Kesra Pemprov Sulsel ini dibuka Sekretaris Provinsi (Sekprov) Andi Muallim.

"Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan kita semua. Jika tidak cepat dilakukan tindakan bijaksana oleh pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat untuk menanggulangi sampai ke akar permasalahannya.

Untuk membangun penguatan kelembagaan masyarakat akibat konflik, perlu dilakukan fasilitasi temu koordinasi pencegahan dan penanggulangan konflik sosial bersama seluruh pemangku kepentingan dalam upaya memelihara keamanan dan harmonisasi dalam masyarakat," katanya.

Muallim menjelaskan di Indonesia terdapat sekitar 200 perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, ras, etnis, kepentingan, yang berpotensi menimbulkan konflik.

Ia menjelaskan temu bersama tokoh saat ini penting dilakukan karena banyak persoalan yang dihadapi justru rawan menimbulkan konflik.

Belum lagi akibat pilkada yang telah menimbulkan "perang saudara". "Jika kondisi dan sistem seperti ini terus dibiarkan, dan tidak ada upaya untuk memulihkannya maka hal ini akan berdampak pada keutuhan daerah dan negara ini," jelasnya. 

Pihaknya berharap suasana di Sulsel terutama menghadapi pilkada serentak di 10 kabupaten tetap kondusif agar aktifitas sosial kemasyarakatan dan pemerintah dapat berjalan dengan baik.(aqsa riandy pananrang)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR