Home » , , , , , , , , » Karunia 2501 Dan Muatannya Segera Di-Evakuasi, Tongkang Yang Lain Tidak Ada Kabarnya"

Karunia 2501 Dan Muatannya Segera Di-Evakuasi, Tongkang Yang Lain Tidak Ada Kabarnya"

Penulis Media Selayar on Sabtu, 18 Februari 2017 18.57.00

Karunia 2501 Dan Muatannya Segera Di-Evakuasi, Tongkang ,Yang Lain Tidak Ada ,Kabarnya"

MEDIA SELAYAR. Kapal tugboat Hector 102, merupakan kapal bantuan yang didatangkan untuk menarik Tongkang Karunia 2501 telah tiba di pelabuhan Benteng Sabtu (18/2).  Tugboat Hector 102 akan menarik tongkang Karunia 2501 dengan muatan ribuan pupuk MK yang terdampar diperairan sebelah barat Liang Kereta, Desa Bontoborusu, Kecamatan Bontoharu pada Minggu (6/2/2017) lalu.

Rencananya, evakuasi penarikan tongkang terdampar tersebut akan dilakukan pada Minggu (19/2) besok  Sementara 3 buah tongkang lainnya yang terdampar di wilayah pesisir Selayar belum diketahui keadaannya. 

Hasbullah S.Sos, Staf  UPP III Selayar menjelaskan bahwa tercatat dalam sebulan terakhir ini, laporan masuk sebanyak 4 buah kapal tongkang ukuran besar terdampar diwilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar.

Yang terakhir pada Senin (13/2) pekan kemarin.Tongkang Mannaline 812, dengan nomor lambung GT.4186/BC 2010 terdampar di pantai Komba-Komba Kecamatan Pasimarannu. Ditemukan terdampar tanpa muatan, dan menurut informasi bahwa Mannaline 812 terpisah dari kapal tugboat yang menariknya diperairan Masalembo pada 2 Pebruari 2017 lalu, saat dalam pelayaran dari pelabuhan Probolinggo ke pelabuhan Banjarmasin.


Kemudian sebelumnya ada TK.Rimau 3318, sebuah kapal tongkang tanpa awak bermuatan batu bara ratusan ton, terdampar di pulau Pasitallu Kecamatan Takabonerate pada Jumat (3/2/2017) serta sebuah kapal tongkang lagi bernama Pandawa juga terdampar di Kecamatan Pasilambena yang merupakan wilayah paling terluar daerah ini. Letaknya berada di perbatasan laut dengan NTT, jelas Hasbullah S.Sos."

Ditanya terkait evakuasi tongkang-tongkang yang terdampar tersebut, Hisbullah menjawab inilah kondisinya Pak, pemilik tongkang hanya melapor kalau tongkang mereka hilang dan terdampar di Selayar, akan tetapi kalau sudah menarik dan mengevakuasi tongkangnya kadang tidak melaporkan, sehingga  kalau ada pertanyaan seperti ini, kami kadang sulit memberi jawaban, jangan sampai kita jawab masih ada di lokasi terdamparnya, sementara sudah ditarik, ujar Hasbullah. 

Belum ada data dan informasi efek dan akibat yang ditimbulkan oleh tongkang-tongkang yang terdampar di pesisir pantai Selayar. Namun dapat dipastikan bahwa sebuah kapal tongkang dengan ukuran besar bila terdampar dipantai atau digugusan karang tentulah akan merusak lingkungan sekitar.

Hal ini dikatakan oleh Supardi Idris, Ketua Peduli Selayar Community dalam sebuah perbincangan dirumahnya (18/2). Ia berharap agar hal ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait, atas akibat yang ditimbulkan oleh tongkang-tongkang raksasa tersebut. Pasti pantai dan karangnya ada yang rusak tegas Supardi Idris. 

BACA BERITA TERBARU : 

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar