Selayar
Home » , , , , , , , , , , » Ir. Jusman : Penggunaan Bahan Kimia Dilaut Lebih Merusak Dari Bom Ikan

Ir. Jusman : Penggunaan Bahan Kimia Dilaut Lebih Merusak Dari Bom Ikan

Penulis Media Selayar on Senin, 13 Februari 2017 17.21.00

Ir. Jusman : Penggunaan Bahan Kimia Dilaut, Lebih Merusak Dari Bom Ikan
Ir.Jusman
MEDIA SELAYAR. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar Ir. Jusman pada Senin (13/2) menepis bahwa aktivitas pembius ikan di Kawasan Nasional Takabonerate kembali marak khususnya nelayan pulau Jinato. Ir.Jusman menyatakan bahwa kita tidak dapat menduga-duga bila ada hal seperti itu.

Ir.Jusman lebih lanjut menjelaskan kalau ada pengalaman terkait proses yustisi penggunaan bius dalam penangkapan ikan merupakan yang tersulit. Terbatasnya saksi fakta dan lemahnya bukti untuk pembuktian dalam proses yustisi kasus-kasus bius kebanyakan tidak dapat dibuktikan secara meyakinkan dalam proses peradilan.

Bila penggunaan bius mulai dikeluhkan masyarakat, berarti dampaknya sudah mulai dirasakan. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar, mengingat kerusakan yg ditimbulkan oleh penggunaan bahan kimia di laut secara sistemik sesungguhnya labih dahsyat daripada penggunaan bom yg merusak secara fisik. 

Apalagi kalau penggunaannya sampai pada kadar yang signifikan (jumlah + kali). Nilai ekonomi perikanan karang dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate memang cukup besar. Hanya cara pemanfaatannya yang seringkali menjadi masalah, tidak memperhatikan keberlanjutan pemanfaatannya

BACA JUGA BERITA :
Dikonfirmasi terkait banyaknya aktivitas pengusaha ikan hidup dan keramba di kawasan Nasional Takabonerate sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. Jusman menjelaskan bahwa terkait keramba ikan, selama ini tidak dipermasalahkan karena dipandang sebagai bagian dari akses pemanfaatan tradisional masyarakat.

Yg dilarang adalah cara penangkapan ikan dg menggunakan bahan yg merusak (al: bom, bius), penggunaan alat bantu yg dilarang UU 45/2009 (al : kompressor) dan yang melanggar jalur penangkapan (yakni gae, purse seine).  Selain itu tidak diperkenankan melakukan penangkapan ikan di zona inti (UU no.5 tahun 1990, peta zonasi dipasang dalam ukuran besar disetiap pulau berpenghuni dalam Kawasan Takabonerate. Terbatasnya jumlah personil Taman Nasional Takabonerate dan luasnya wilayah yang diawasi menjadi kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

" Terkait dengan adanya keluhan masyarakat, akan menjadi pertimbangan dan bahan koordinasi dengan pihak terkait "

Zona inti hanya sebagian kecil dari kawasan Taman Nasional Takabonerate (8.341 ha dari 530.765 ha atau 1,57 % dari luas kwsn) dan tersebar pada 5 lokasi yakni  Pulau Tinabo Kecil, Pulau Latondu Kecil, Ampalasa, Taka Kumai / Balalong dan Bunging Tinanja. Masyarakat terus dihimbau untuk menghindari zona inti dalam aktivitas penangkapan ikan.(lo2)

BERITA TERBARU : 
Kantor Camat Bontomanai Kembali Dibongkar Pencuri

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar