.

Home » , , , , , , , , , , » Tangkap Ikan Hidup Di TN.Takabonerate, Nelayan P.Jinato Kritis

Tangkap Ikan Hidup Di TN.Takabonerate, Nelayan P.Jinato Kritis

Penulis Media Selayar TV on Selasa, 24 Januari 2017 17.56.00

Tangkap, Ikan Hidup , Di TN.Takabonerate, Nelayan ,P.Jinato Kritis

MEDIA SELAYAR. Warga Desa Jinato Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar kembali digegerkan dengan adanya lagi, nelayan penangkap ikan hidup yang terkena kram akut akibat menyelam dengan menggunakan kompressor sebagai alat bernafas dalam air dan diduga terkontaminasi cairan bahan kimia potasium sianida yang dipakainya menangkap ikan hidup. 

Irwan salah seorang warga Pulau Jinato yang dimintai informasi (24/1) terkait hal ini menjelaskan bahwa pada hari Sabtu (21/1) akhir pekan kemarin, sebanyak 4 orang nelayan yang operasi di kawasan kena kram karena menyelam memburu ikan hidup di kawasan Bungeng Kamase Takabonerate.

Tapi hanya seorang yang parah, namanya Heri. sementara ke tiga nelayan lainnya agak ringan dan telah pulih. Sementara itu Heri harus dilarikan ke rumah sakit Wahidin di Makassar. 

Irwan juga menjelaskan bahwa hingga hari ini nelayan penyelam ikan hidup di kawasan Takabonerate masih lancar dan tidak ada petugas yang melarang.

Mungkin karena mau imlek dan harga ikan juga mahal sehingga semua bersemangat keluar. Ditanya tentang ada atau tidak petugas di desa tersebut, Irwan menjawab ada tapi kayaknya tidur. 

Sementara itu Kepala Desa Jinato, Abdullah yang dihubungi (24/1) pkl.15.20 Wita untuk dikonfirmasi melalui ponselnya tidak menjawab. Dan dari informasi yang diterima redaksi bahwa Kepala Desa Jinato tersebut tidak berada di desanya. 

Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Ir.Djusman kepada Media Selayar menjawab bahwa informasinya belum masuk dan akan kembali menyampaikan bila sudah terima informasi dari petugas Pos di Pulau Jinato.

Ia juga menjelaskan bahwa memang rekan-rekan dari Polhut dan Jagawana yang bertugas di Kawasan Takabonerate agak kesulitan karena luasnya wilayah yang harus dijaga. 

Bila ada kejadian seperti itu, masyarakat selalu menyembunyikan dan memilih tidak melaporkan kepada pihak berwajib. Ia mengakui bahwa aktifitas kegiatan illegal fishing tidak sepenuhnya bisa dipantau diwilayah tersebut namun masih lebih banyak yang menangkap dengan legal.

Terkait adanya oknum yang diduga membacking para nelayan yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan bius, Ir.Djusman menjawab bahwa tidak bisa serta merta mempercayai, karena harus ada bukti. . 

Dari hasil pengumpulan informasi bahwa dalam dua tahun terakhir, nelayan Pulau Jinato yang terkena kram dan lumpuh akibat melakukan penangkapan ikan dengan kompresor sebagai alat bernafas di dalam air dan diduga terkontaminasi bahan kimia yang dipakai menangkap ikan hidup semakin bertambah. Malah pada dua  tahun terakhir ada yang terkena kram hingga jiwanya tidak dapat diselamatkan.(@)

BACA BERITA TERKINI : 
  1. Pemkab Selayar Desak Pemerintah Pusat Agar 2 Orang Warganya Di Selamatkan
  2. Orang Tua Hamdan Dan Sudarling Mohon Anaknya Dibebaskan
  3. Basli : Mengelola Pariwisata Harus Berani Memulai, Bukan Sebatas Teori Dan Rapat

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR