Selayar
Home » , , , , , , » Tentang Cerita Dari Pulau Selayar

Tentang Cerita Dari Pulau Selayar

Penulis Media Selayar on Jumat, 26 Agustus 2016 16.40.00

Tentang Cerita, Dari Pulau Selayar
Letak Pulau Selayar:Maps((26/8)
MEDIA SELAYAR. Fluralisme adalah sebuah kekayaan yang mewarnai Indonesia dan dikenal di dunia atas keaneka ragaman tersebut. Terkhusus Pulau sulawesi yang merupakan Pulau raksasa yang letaknya berada di tengah jajaran pulau-Pulau Nusantara. Pulau ini memiliki ribuan etnis dan Budaya. keanekaragaman tersebut kemudian menjadi satu ciri Khas khusus yang kemudian menjelma jadi tautan yang memperkaya hasanah budaya Nusantara.

Pada kesempatan ini saya mencoba membahas tentang sebuah daerah, yaitu Kepulauan Selayar. Bila melihat peta dunia maka letak pulau Selayar berada di bawah pulau Sulawesi. Tepatnya selatan jazirah Sulawesi. Pulau ini di juluki Tanadoang” yang menurut teman orang dari Selayar artinya Tanah Udang, hal ini karena bentuknya yang menyerupai udang membentang dari selatan ke utara, katanya. Ada juga teman di Selayar sms an dengan saya bahwa artinya adalah Tanah Tempat Berdoa. Entahlah yang mana yang benar sebenarnya.

Saya pernah ke Selayar bersama teman yang keluarganya memang orang Selayar. Saat itu ada pesta dan panen vanili dikampungnya. Hampir sebulan lebih, saya lakukan pengamatan baik itu di ibu kota Kabupaten yang namanya Benteng maupun di beberapa desa yang saya kunjungi. Termasuk sejumlah obyek wisata diSelayar beberapa sudah saya kunjungi juga.

Ternyata di daerah ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh daerah lain yang pernah saya kunjungi di Indonesia.Bahwa hampir semua suku,etnik,agama dan budaya yang ada di Sulawesi-selatan ternyata ada di Pulau Selayar. Antara lain  Suku Makassar, Bugis, Mandar, yang merupakan suku besar yang mendiami hampir seluruh daratan Sulawesi terpantau ada di pulau ini.

Dan yang menarik bahwa masing-masing etnis tidak ada yang mayoritas semua mencerminkan adat dan budaya masing-masing. Bahkan menurut keluarga temanku, kalau dalam perkembangannnya mungkin telah terjadi evolusi budaya yang kemudian menjadikan satu adat istiadat ini menjadi adat Selayar.

Hal lain adalah dari segi bahasa,  bahasa Selayar Bukan bahasa Makassar, bukan juga bahasa Bugis, ataupun Mandar akan tetapi jika kemudian dicermati bahas selayar adalah gabungan dari bahas-bahasa tersebut walaupun tidak semuanya tapi ada saja yang sama.

Seorang teman saya pernah mengatakan bahwa, Ketika kemudian kita melihat peta dari utara ke Selatan sulawesi, maka Setelah Tuhan melukis wajah Sulawesi kemudian Ia membuat miniaturnya yaitu pulau Selayar dan ini kemudian termasuk isi perobot dan penghuninya. Tapi mungkin itu hanya cerita kiasan saja yang disampaikannya kepadaku. Walaupun setelah saya amati ada benarnya juga.

Apa yang kemudian mendorong saya menulis surat ini, adalah bahwa Potensi Selayar yang selama ini digembar-gemborkan orang hanyalah keindahan alamnya dan beberapa peninggalan budayanya, akan tetapi sebenarnya hal yang menarik adalah keaneka ragaman etnis budaya.

Bahkan boleh dikatakan bahwa jika seorang pengunjung kemudian ingin mengenal Etnis Budaya Sulawesi Selatan  namun memiliki keterbatasan waktu dan biaya untuk mengelilingi semua daerah di Sulsel, maka mereka cukup ke Pulau Selayar. karena disanalah Rangkuman dari Sulawesi Selatan .(arsip)

BACA JUGASelayar Information Service


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar