Selayar
Home » , , , , , » Penangkapan Ikan Hidup Yang Diduga Menggunakan Bahan Kimia Di Pulau Jinato Belum Dapat Dihentikan

Penangkapan Ikan Hidup Yang Diduga Menggunakan Bahan Kimia Di Pulau Jinato Belum Dapat Dihentikan

Penulis Media Selayar on Selasa, 09 Desember 2014 16.08.00

Gambar diambil saat loading dikeramba H.Neng Jinato Bln  Maret 2014 Lalu
 Penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bahan kimia didalam kawasan Nasional Takabonerate yang merupakan kawasan dilindungi oleh negara masih terus berlangsung. Belum ada tanda-tanda bisa dihentikan oleh para petugas pengawasan dikawasan tersebut. Sentra kegiatan illegal fishing masih didominasi oleh para nelayan penangkap ikan  hidup dengan bahan kimia dari Pulau Jinato yang terkesan kebal hukum. Malah kegiatannya berlangsung dihadapan publik dan jajaran tripides setempat. Malahan loading atau bongkar angkut hasil illegal fishing berangsung didepan sebuah pos pengawas poisi kehutanan dan Jagawana, namun sepertinya terkesan dibiarkan saja, hal ini juga dibenarkan oleh seorang tokoh masyarakat Jinato Ahmad yang sangat menyayangkan hal ini berlarut larut. Malah peru diketahui dari dataembaga swadaya masyarakat yang memantau kegiatan nelayan di pulau Jinato menyebutkan bahwa sebagian besar dari para pelaku pembius ikan dan pembom ikan di daerah ini adalah keuarga dari kepala desa saat ini sehingga betapa riskannya keadaan. Ditambah lagi dengan tidak aktifnya sistem pengawasan yang diterapkan oleh para aparat negara di kawasan nasional Takabonerate.
 Sementara itu Ketua FPS yang dimintai komentar terkait hal ini menegaskan bahwa semua yang merupakan sebuah pelanggaran diwilayah kabupaten Kepulauan Selayar adalah kewajiban Pihak kepolisian untuk segera menghentikan kalau perlu melakukan penangkapan terhadap para otak dari perbuatan melanggar pidana tersebut. Ketua FPS menyebutkan bahwa bia terjadi pembiaran maka upaya hukum harus segera diambil, kalau perlu kita coba antar ini dalam sebuah aksi menentang apa yang mereka akukan baik itu pelaku maupun yang membiarkan peaku beraksi.

 Bupati Kepulauan Selayar beberapa saat yang lalu saat disampaikan hal ini langsung menghubungi kantor Jagawana dan Polhut seanjutnya memberikan arahan atas adanya informasi tersebut namun sampai saat ini belum ada tanda tanda akan bisa dihentikan. (R01)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar