Home » , , , , , , , » Illegal Fishing Di P.Jinato Takabonerate Selayar Kembali Telan Korban

Illegal Fishing Di P.Jinato Takabonerate Selayar Kembali Telan Korban

Penulis Media Selayar on Kamis, 11 Desember 2014 23.05.00

Illegal Fishing ,Di ,P.Jinato ,Takabonerate, Selayar ,Kembali ,Telan ,Korban
Jejeran Perahu Nelayan Penyelam Istirahat Pasca Kejadian AN 
MEDIA SELAYAR. Informasi terakhir yang diterima bahwa AN nelayan warga Pulau Jinato kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar yang nyaris merenggang nyawa Rabu (10/12) karena kram pada pembuluh darah akibat menyelam memburu ikan hidup dalam kawasan terlindungi, akan dibawa ke Kabupaten Bone untuk diobati.

Informasi lain yang diterima dari seorang sumber di P.Jinato menyampaikan bahwa AN sengaja dibawa kabur oleh keluarga atas permintaan Bos yang khawatir akan tercium petugas. Malah dari penuturan Sumber, bahwa Bos juga ikut mengantar AN malam itu sekitar pukul 02 00 Wita dan terlihat sangat tergesa gesa karena paranoid ketakutan setelah mendapat telepon dari seseorang yang menurutnya bahwa kejadian ini telah diketahui petugas Benteng. 

Kelabakan atas apa yang terjadi tentu saja merupakan gambaran bahwa apa yang terjadi itu tidak lepas dari sebuah kelakuan yang salah, mungkin, jelas sumber mengakhiri komunikasinya.

Sementera itu,Kapolres Kep. Selayar Akbp.Moh.Hidayat, melalui akun twitter pribadinya menulis kepada akun media ini bahwa sementara musim cuaca buruk dilaut Kep.Selayar, sehingga perlu mempertimbangkan skala prioritas dalam penanganan illegal fishing di wilayah kepulauan. Namun hal tersebut telah menjadi pantauan dan pengamatan oleh pihak Kepolisian. 

Dimana sebelumnya Kapolres juga menulis balasan ke akun media ini bahwa selain Kepolisian kan ada juga petugas dari Ppns Perikanan untuk penanganan illegal fishing.

Naas yang menimpa AN saat menyelam diduga sementara melakukan kegiatan illegal, berupa penangkapan ikan hidup dengan bahan kimia dan dugaan melakukan aktivitas pengambilan hasil laut lainnya seperti teripang koro dan lobster dalam kawasan zona terlindungi di Taman Nasional Takabonerate Kepulauan Selayar membuktikan bahwa memang masih ada aktifitas illegal yang perlu mendapat perhatian pihak berwajib. 

Setidaknya akan muncul sebuah pertanyaan yang jawabannya mengarah kepada kebaikan. Pertanyaannya adalah, kemana petugas yang ditugaskan di pulau Jinato.

Termasuk adanya pos khusus Polisi kehutanan dan Jagawana berdiri di Pulau Jinato yang dinilai tidak memberikan nilai pengawasan terhadap kegiatan masyarakat di Kawasan Nasional Takabonerate agar terhindar dari bahaya yang diakibatkan oleh pekerjaan mereka melakukan penangkapan ikan diduga secara illegal. Seharusnya para petugas harus melarang dan memperingati serta memberi sangsi bila nelayan tidak mengindahkan.

Lalu pertanyaan terakhir adalah mana pemerintah desa Jinato. Mana Tripika dan mana perangkat desanya. Ini yang kemudian akan menjadi sebuah pertanyaan oleh publik. Apakah bukan hal seperti ini yang disebut pembiaran aparat. 

Bukankah ada sangsi bila mengetahui sebuah kejadian yang merupakan pelanggaran hukum lalu tidak melaporkan kepada yang berwajib adalah sebuah pelanggaran juga ? Lantas apa sangsi untuk mereka para abdi negara dan abdi masyarakat tersebut.

Menyangkut adanya issu miring mengenai adanya pungutan terhadap nelayan penyelam Jinato yang disetor oleh masing-masing punggawa penyelam saat menerima nota pembayaran dari Bos, memang santer dibenarkan oleh warga Jinato yang dimintai keterangan. 

Bahwa jatah dipotong dan dikumpul oleg Bos dari masing masing punggawa setiap turpo atau musim operasi. Bos yang mengatur dan mengirm kepada masing masing penerima jatah. Termasuk Bos siap setiapn saatsaat ada permintaan bantuan dari mitra liar tersebut.

Ardi Rahman, Koordinator Divisi Anti Suap FPS menegaskan bahwa sejumlah nama yang terlibat menerima bagian jatah dari Bos sudah dikantongi,namun tidak bisa serta merta dikeluarkan ke publik atau dilaporkan ke atasannya, masalahnya adalah bukti yang sangat sulit, kecuali bila memang semuanya jujur seratus persen pasti mengakui telah teribat atau pernah menerima kiriman jatah dari Bos. 

Tapi ada juga yang berhasil kami rekam suara, rekam rekening dan rekam kamera hp. Tunggu saja kalau memang serius mau hentikan illegal fishing baru kita ikut mendukung, semua akan tiba waktunya, tegasnya.

Bupati Kepulauan Selayar Drs. H.Syahrir Wahab MM saat dikonfirmasi melalui ponsel mengaku baru mengetahui bahwa marak lagi pembiusan di Desa Jinato. Saya sudah gembira bahwa kegiatan Illegal Fishing semakin dapat ditekan. Ini dari laporan ke saya. Mengenai kejadian dan masih maraknya kegiatan illegal di Desa Jinato, Bupati akan memanggil Kades Jinato terkait hal ini. (tim)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

CARI BERITA