Selayar
Home » , , » Pasangan Gubernur Dan Wagub Sulsel 2013 - 2018, Syahrul-Agus Dilantik Mendagri

Pasangan Gubernur Dan Wagub Sulsel 2013 - 2018, Syahrul-Agus Dilantik Mendagri

Penulis Media Selayar on Senin, 08 April 2013 15.06.00

Pasangan Gubernur Dan Wagub Sulsel 2013 - 2018, Syahrul-Agus ,Dilantik ,Mendagri
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu’mang, dilantik untuk jabatan periode kedua 2013-2018, oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, di halaman rumah jabatan gubernur Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (8/4).
MEDIA SELAYAR. Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang) adalah pasangan petahana yang diusung tujuh partai, yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS).

Pasangan tersebut unggul setelah menyisihkan dua pasangan calon gubernur, Ilham Arief Siradjuddin-Azis Qahhar Mudzakkar (IA) dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garudana) dalam pilkada gubernur, Februari lalu.

Sayang meraih 2.251.407 suara (52,42 persen), sedangkan pasangan IA 1.758.580 suara (41,57 persen) dan Garudana 257.973 (6,01 persen).

Pilkada gubernur Sulsel sempat memicu konflik antar pendukung IA dan Sayang di Makassar, berlanjut dengan gugatan IA ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan hasilnya dimenangkan oleh pasangan Sayang.

Tak heran jika polisi menganggap eskalasi keamanan saat pelantikan rawan, untuk itu Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) mengerahkan pengamanan berlapis karena polisi tak ingin kecolongan seperti kasus kerusuhan yang berbuntut pembakaran sejumlah kantor pasca pengumuman KPU tentang pemenang pilkada di Kota Palopo, Minggu (31/3).

“Kami tak ingin kecolongan, untuk itu sekitar 2.500 personel Polri dibantu TNI dari Kodam VII/Wirabuana siaga mengamankan proses pelantikan ini, mengerahkan kendaraan taktis (rantis) pengendali massa, menutup sejumlah ruas jalan utama untuk mengantisipasi kerawanan,” kata Kepala Bagian Oprasional (Kabag Ops) Polrestabes Makassar, AKBP Muhammad Ridwan.

Sejumlah menteri dan tokoh partai politik hadir, tak ketinggalan beberapa gubernur yang datang untuk memberikan ucapan selamat kepada Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Kepemimpinan mantan Bupati Gowa dua periode ini, telah membawa Sulsel pada kondisi yang lebih baik. Ini dibuktikan dari keberhasilannya meraih lebih 140 penghargaan dari berbagai sektor pembangunan dan perekonomian tumbuh di atas rata-rata nasional.

Tak lanya itu, BPK dua kali menetapkan Sulsel sebagai provinsi WTP (wajar tanpa pengecualian). Selain itu, Sulsel juga mencapai target surplus beras 2 juta ton, berhasil meningkatkan jangkauan pelayanan pendidikan dan kesehatan rakyat yang bersubsidi, indeks pembangunan manusia, membina kerukunan umat beragama, dan mampu mengatasi konflik horizontal di beberapa daerah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel ini kepada SP mengatakan, kendati tapakan kepemimpinan periode pertama dilalui dengan sukses, tapi banyak tugas berat yang dihadapi pada periode kedua.

Di antaranya, kecenderungan meningkatnya konflik dan kekerasan horizontal dibeberapa daerah yang terkait pilkada, tentu saja ini memerlukan formula dan langkah kebijakan yang harus dikelola secara tepat dan tuntas, sehingga tidak menjadi bom waktu di masa depan yang dapat mengganggu rasa aman dan ketenteraman masyarakat, merusak atmosfir kepastian usaha dan investasi.

Selain itu, persiapan menyongsong ASEAN Economic Community 2015. Jika pemerintah Indonesia atau para gubernur tidak siap, keterbukaan ini akan sangat berbahaya sebab bukan hanya barang yang masuk secara bebas, melainkan juga sumber daya manusia dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi lapangan kerja di dalam negeri.

Menurutnya, menghadapi pemberlakuan sepenuhnya kesepakatan komunitas ekonomi Asean 2015, provinsi harus menyiapkan diri, sebab dengan sistem baru ini harus mampu memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kemampuan produksi barang dan jasa memasuki pasar Asean yang lebih terbuka.
(Sumber:Suara Pembaruan)

Selayar Information Service

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar