Selayar
Home » , , » Nelayan Masih Takut Melaut, Harga Ikan Mahal

Nelayan Masih Takut Melaut, Harga Ikan Mahal

Penulis Media Selayar on Selasa, 15 Januari 2013 13.51.00

Nelayan, Masih Takut Melaut, Harga, Ikan ,Mahal

MEDIA SELAYAR. Ratusan Nelayan di Kepulauan Selayar memilih tidak melaut menyusul masih belum menentunya kondisi alam yang terus melanda daerah perairan Kepulauan selayar. Sebutlah puluhan nelayan bagang di padang Kecamatan Bontoharu terpaksa memarkir perahu bagangnya di pelataran pelabuhan yang aman dari terjangan gelombang dan angin kencang. 

Kondisi ini telah hampir dua pekan lamanya. Para nelayan memilih memperbaiki beberapa bagian perahu mereka yang rusak dari pada harus melaut dengan resiko naas akan menimpa padahal saat ini kondisi keuangan keluarga sangatlah memprihatinkan. 

Belum lagi bila kemudian terlilit utang seperti saya ujar Andi Syurga seoarang nelayan bagang (15/1) dipelataran pelabuhan depan perahu Bagangnnya diparkir. Mending kalau punggawa pemilik perahu Pak, kalau seperti kami ini yang hanya ikut menjadi sawing (abk) mau kemana mengadu kecuali kepada punggawa mengutang dulu nanti operasi baru dipotong ungkapnnya .

Selain nelayan Bagang yang tidak melaut, nelayan pemancing dan pukat juga tidak mau mengambil resiko melaut. Kondisi ini nyaris sama disemua perkampungan nelayan. Akibanya ikan laut dipasaran langka dan mengalami peningkatan harga.

Untung kalau ada ikan laut Pak, kalau ikan bandeng dan telur serta tempe saja kadangkala yang terlihat, ujar Nirmala salah seorang ibu rumah tangga dipasar Senteral Bonea Benteng (15/1) . Kalau biasanya harga ikan simbula paling murah dipasar ini hanya 5ribu rupiah per 20 ekor, saat sekarang harganya 20 ribu per 5 ekor. Ikan bandeng yang biasanya hanya 5 ribu rupiah kini mencapai 20ribuan yang agak besar. 

Belum lagi hasil hasil lainnya juga naik dengan alasan cuaca buruk . Seperti telur juga mengalami kenaikan hingga 1500 rupiah perbutir sementara pilihan lainnya kosong misalnya tempe dan tahu kadang kala kosong. Kondisi ini telah berlangsung sejak dua pekan terakhir selama cuaca ekstrim menimpa wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar (red)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar