Selayar
Home » , , » 10 Orang WNA Asal Myanmar, Ditangkap atau Terdampar ?'

10 Orang WNA Asal Myanmar, Ditangkap atau Terdampar ?'

Penulis Media Selayar on Selasa, 19 Juni 2012 21.25.00

selayar

MEDIA SELAYAR. Setidaknya persoalan keberadaan sepuluh orang warga negara asing yang disebut-sebut berasal dari Myanmar, disalah satu pulau yang berada diwilayah kecamatan Takabonerate Selayar pekan kemarin atau setidaknya pada hari Kamis (15/6) lalu masih terus menimbulkan tanda tanya Informasi yang beredar bahwa mereka terdampar di pulau Kayuadi saat berlayar dengan tujuan Australia dan melintasi perairan Selayar bagian selatan,yang memang dalam sepekan ini diterjang angin musim timur serta gelombang laut yang cukup menganggu pelayaran. 

Hal ini dikuatkan dengan adanya pemberitaan media-media online yang kemudian memberitakan bahwa ke sepuluh imigran asal Myanmar ini tidak bersalah dan menurut KapolresSelayar kepada salah satu media online yang memberitakan imigran Myanmar ini menyebut bahwa
"Rencananya, mereka ingin dibawa keluar negeri. Hanya saja, orang yang menjanjikan lebih awal berangkat sehingga mereka terdampar di Selayar," ungkap Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Setiady, saat dihubungi, Sabtu (16/6/2012).

Selanjutnya ke 10 warga Myanmar ini kemudian ditampung dihotel Berlian Benteng Selayar setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan oleh pihak berwajib.

Hingga berita ditulis, belum ada kepastian informasi dari pelabuhan mana sebenarnya mereka berlayar hingga ke sepuluh WNA asal Myanmar kemudian berada di sebuah pulau di kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Selanjutnya belum ada informasi yang akurat terkait tumpangan para warga Myanmar ini hingga sampai mendarat disebuah pulau dikawasan Takabonerate Selayar. Yang pasti bahwa pulaua yang kemudian menjadi tempat ke 10 warga Myanmar ini masuk dalam wilayah hukum kepolisian Sektor Takabonerate. Sumber media ini juga menjelaskan singkat bahwa lima orang dari sepuluh warga Myanmar ini adalah anak-anak, dan memang diketahui dari penjelasan warga Myanmar kepada sumber bahwa mereka memang rencana berlayar ke Australia dengan menumpang sebuah perahu yang disebutnya sebagai sewaan, namun entah kenapa dan apa penjelasan warga Myanmar kepada sumber sehingga sumber kemudian tidak lagi faham dengan bahasa yang digunakan oleh warga Myanmar yang sempat berbincang dengannya(sumber MC-I). malah sumber menyebut bahwa para warga myanmar ini memang adalah buronan pihak Imigrasi Makassar. Namun sumber tidak menyebutkan pasal apa yang membuat mereka bisa menjadi buronan pihak imigrasi, sementara pihak berwajib selayar sendiri menyatakan dimedia bahwa mereka terdampar tanpa menyebutkan status dari para Wna asal Myanmar ini. 

Sigit S, sekretaris FPS yang ikut melakukan pantauan keberadaan para warga Myanmar di hotel berlian hingga dijemput petugas imigrasi dan dibawa ke Makassar pada Selasa Dinihari dengan menggunakan mobil via pelabuhan pamatata-bira, menyebut bahwa penanganan terhadap Warga Negara Asing asal Myanmar ini sangat memprihatinkan. Bayangkan saja ketika semua dugaan ini benar dan informasi sumber sumber di kepulauan benar, maka dapat dipastikan bahwa mereka ini adalah korban yang pelakunya tentu adalah orang Indonesia. Sehingga bila keberadaan mereka legal secara formal dan tidak ada presenden pelanggaran hukum, bukankah mereka membutuhkan perlindungan dari pihak pemerintah diwilayah hukum Selayar. Dan bukan sebaliknya kemudian mereka kemudian diperiksa dan dimintai keterangan selanjutnya menyerahkan kepada pihak imigrasi sebagai pemerintah yang terkait dengan keimigrasian.


Lalu bila semuanya keterangan benar berarti, warga Myanmar ini adalah korban penipuan dari seorang pemilik perahu atau seorang penipu tenaga kerja selanjutnya ditelantarkan disebua pulau dalam wilayah kecamatan Takabonerate Selayar, kendati pelaku atau penipu nakernya belum diketahui, mungkin sementara penyidikan, tanya langsung ke pihak berwajib, ujar Sigit kepada media ini. Dan bila informasi lainnya juga benar bahwa mereka adalah buron pihak imigrasi maka ke sepuluh warga Myanmar ini tidak bisa disebut terdampar di kepulauan Selayar, tapi harus dipertegas bahwa ke sepuluh warga Myanmar ini tertangkap di wilayah kepulauan Selayar. Ini penting agar tidak memanipulasi informasi kepada publik,tegas Sigit.

Berikut nama nama Warga Myanmar yang terlansir dimedia online travel.okezone sejak kemarin :

Ke-10 WNA ini masing-masing Roshid Ahammed (45), Zhajida (25), Sitti Laela (4), Sitti Nur Roshida (10 bulan), Muhammad Hasyim (22), Abd Syukur (39), Syamsidah (28), Abd Azis (5), Nur Baher (3), dan Nur Janat (1 tahun enam bulan). Mereka berlayar dari Myanmar ke Malaysia, Bau-bau (Selawesi Tenggara). Baubau ke Selayar menggunakan waktu selama lima hari perjalanan.

2 komentar:

  1. H DAENG SIGAUKRabu, 20 Juni, 2012

    Nama2 yang ada adalah Nama2 ISLAM INDONESIA sebagai NEGARA MAYORITAS ISLAM SEBAIKNYA DI PERLAKUKAN SEBAGAI SAUDARA MUSLIM kalau perlu suruh saja tinggal di SELAYAR kalau mau, tujuan AUSTRALIA kemungkinan hanya mau mencari hidup di sana,apa salahnya kalau tinggal di SELAYAR saja.dia tinggalkan NEGARANYA kemung kinan karena POLITIK di NEGARANYA BELUM STABIL.

    BalasHapus
  2. Itulah selayar...klo masalah begini tidak ada kebijakan....malah di politisir..buat nyari dana lagi....bayangkan proyek pemberangkatan ke.mks buat wna tsb kan masuk kantong lgi

    BalasHapus

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar