Home » , » Lahan Pembangunan Pelabuhan Pelni Jinato Selayar Dipertanyakan

Lahan Pembangunan Pelabuhan Pelni Jinato Selayar Dipertanyakan

Penulis Media Selayar on Selasa, 29 Mei 2012 08.10.00

selayar

MEDIA SELAYAR  Proses pembangunan diwilayah Kabupaten kepulauan Selayar diakui memang tergolong pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun sejumlah kegiatan pemerintah dalam pembangunan diwilayah ini terkendala persoalan lahan yang banyak menuai masalah dalam proses pelaksanaannya. Tersebutlah sejumlah proyek pembangunan pelabuhan Pelni yang termasuk didalamnya.

Pembangunan pelabuhan Pelni Pamatata yang telah diresmikan oleh Presiden malah termasuk salah satu pelabuhan yang telah dibiayai negara puluhan Miliar Rupiah yang mubassir dan hingga saat ini tidak digunakan. Kendfalanya adalah jalan masuk pelabuhan yang hingga saat ini tidak dapat diakses karena para pemilik lahan menutup lahannya dengan pagar.

Malah persoalan ini telah pernah ditangani Kepolisian Selayar namun juga tidak mampu menyelesaikan masalah. Hingga saat ini semuanya kemudian diam dan tidak lagi ada upaya untuk menyelesaiakn masalah lahan dilokasi pelabuhan Pelni Pamatata ini, termasuk rekanan pelaksana hanya bisa berkelitt bahwa itu bukan urusan kami tapi urusan pemerintah Kabupaten,. 

Sementara itu wakil rakyat yang memnidangi hal ini juga tutup telinga dan tutup mata seakan tidak ada persoalan, ujar Sigit.S dari Forum Peduli Selayar. Kami akan kembali bersurat ke Presiden bila hal ini tidak ada penyelesaian hingga akhir 2012 ini, ujarnya..

Belum lagi upaya penyelesaian sengketa lahan dalam pembangunan dermaga Pelni Pamatata selesai, kini muncul lagi soal pembangunan dermaga Pelni baru di Pulau Jinato Kecamatan Takabonerate Selayar yang juga terancam mengalami hal serupa dengan pelabuhan Pamatata. 

Pasalnya dari laporan yang FPS terima dari warga diwilayah ini, menyebutkan akan menggugat pihak pengelola dan pemerintah bila melakukan upaya pembangunan proyek puluhan miliar Apbn ini tanpa penyelesaian hak-hak pemilik lahan yang hterkena atau termasuk dalam arela proyek nantinya. Apalagi pengusaha yang menjadi pelaksana adalah orang yang sama dengan proyek di Pamatata itu, kami khawatir tidak akan sama kasusnya tapi sepadan dan sangat meresahkan warga setempat nantinya. Kasihan warga Selayar Pak, ujar Sigit,sekretaris FPS yang diamini oleh ketua FPS saat dimintai komentarnya. 

 Kami hanya bisa menjadi mediator yang terbaik agar tidak ada warga Selayar yang dirugikan tentunya, soal siapa yang mau memulai menyoal persoalan ini, bukan masalah yang pasti kami selalu menjadi tempat masuknya pengaduan warga selayar yang kerap terzalimi oleh kebijakan.

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi ke Admin Blog ini


Hotel Dan Penginapan Di Selayar


1 komentar:

  1. setiap pembangunan yg berkaitan dg lahan warga sebaiknya tdk dimulai, sebelum ada kesepakatn antara pemerintah dg warga yg bersangkutn...

    BalasHapus

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

CARI BERITA