.

Media Selayar

Medianya Orang Selayar

Home » , » Bencana Puting Beliung Terjang Wilayah Kepulauan Selayar

Bencana Puting Beliung Terjang Wilayah Kepulauan Selayar

Penulis Media Selayar TV on Sabtu, 17 Maret 2012 06.32.00

MEDIA SELAYAR. Sedikitnya 766 rumah yang tersebar di 31 desa dan enam kecamatan diKepulauan Selayar rusak diporak-poranda setelah disapu angin puting beliung, Jumat sore kemarin, 16 Maret.

Sementara itu terdata Enam kecamatan yang menjadi korban puting beliung itu merupakan wilayah kepulauan. Enam kecamatan itu adalah Takabonerate, Bontosikuyu, Pasimasunggu Timur, Pasimasunggu, Pasilambena, dan Pasimarannu.

"Yang terparah adalah Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur. Kami terus memantau kondisinya sekalipun jaringan telekomunikasi terganggu," kata Bupati Selayar, Drs.H.Syahrir WahabMM yang dihubungi malam tadi.

Pemkab Kepulauan Selayar , kata dia, belum bisa mengirim bantuan karena cuaca buruk dan ombak laut yang sangat tinggi.

Selain merusak rumah, jalan utama pada 31 desa ini pun dipenuhi dengan pepohonan yang tumbang akibat angin puting beliung ini. Salah seorang warga Pulau Jampea, Nawir mengatakan dirinya mendapat kabar dari keluarganya bahwa kampung halamannya disapu puting beliung. Meskipun saat ini dia tidak berada di Pulau Jampea, namun dari informasi yang dia terima, ratusan rumah warga porak-poranda akibat bencana ini.

Nawir mengaku saat ini terus berkomunikasi dengan keluarganya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Nawir mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan kabar ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Kendati demikian dia tetap mengaku khawatir karena angin kencang hingga tadi malam masih membuat warga ketakutan.

Dia berharap segera ada tindakan dari pemerintah setempat untuk melakukan pengecekan kondisi terakhir dari korban bencana puting beliung ini.

Salah seorang anggota tim Search and Rescue (SAR) Selayar, Junaidi juga membenarkan angin puting beliung yang menerjang rumah warga di Pulau Jampea. Hanya saja, Junaidi menyatakan bahwa dirinya belum bisa memastikan berapa rumah yang terbawa angin puting beliung.

Pasalnya, kata dia, tim SAR kesulitan sampai ke lokasi lantaran selain membutuhkan waktu yang tidak sebentar yakni antara 6-7 jam, juga kondisi cuaca saat ini tidak mendukung.

Junaidi juga tidak bisa memastikan menyeberang ke pulau tersebut hari ini, Sabtu, 17 Maret. Alasannya, berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jalur laut saat ini dalam kondisi tidak aman.

Dengan demikian, Juanidi menjelaskan bahwa dirinya saat ini hanya bisa menunggu dulu kondisi cuaca sedikit bersahabat untuk melakukan perjalanan. Pasalnya, kata dia, dengan kondisi cuaca saat ini sangat rawan terjadi kecelakaan laut.

Salah seorang warga Selayar lainnya yang mengaku mendapat hubungan komunikasi ke Pulau Jampea, Malik menegaskan bahwa saat ini situasi Pulau Jampea memang tidak memungkinkan untuk jalur komunikasi. Pasalnya, kata dia, selain cuaca buruk, juga saat ini Kota Benteng Jampea yang merupakan ibu kota dari Kecamatan Pasimasunggu sudah gelap gulita.

Kemudian ada sekitar 90 rumah lainnya dikategorikan rusak ringan. Dia menyebut terus berupaya mencari informasi bencana ini karena dia juga khawatir sebagian dari korban adalah keluarganya. Selain itu, dia juga mengakui bahwa belum ada yang dilaporkan meninggal akibat bencana ini. "Nanti saya kabari Pak kalau dapat info lagi dari sana," janji dia.
Ombak Besar

Di Bantaeng, angin kencang yang disertai ombak besar menghantam sejumlah rumah di Kampung Bakara, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng Jumat 16 Maret dini hari. Beberapa rumah warga di pesisir pantai rusak parah.

Sebagian warga mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ombak besar dan angin kencang melanda kawasan Pa'jukukang sejak pukul 03.00 dini hari.

Seorang warga, Haris mengatakan, sapuan ombak cukup ganas. Bahkan rumahnya nyaris hilang terseret arus. Saat ini keluarganya menumpang di rumah tetangga menunggu ombak reda.

Hal sama diungkapkan warga lain, Hamka. Ombak besar yang menghantam dinding merusak sebagian peralatan dalam rumahnya. Beberapa alat rumah tangga terpaksa dibiarkan berserahkan hingga menunggu ombak reda.

Sampai Dengan hari Jumat siang, sebagian warga masih mengungsi ke rumah tetangga. Ada juga yang kemudian terpantau di antaranya sibuk memperbaiki rumah yang hancur. Sebagian lagi mencoba mengumpulkan sisa-sisa bangunan seperti kayu dan lainnya yang bisa digunakan lagi.

Kondisi ini juga terjadi terjadi di Kecamatan Banteng. Sejumlah rumah warga di Kampung Ujung labbu, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng juga diterjang ombak. Sebagian rumah di pesisir pantai rusak setelah dihantam ombak besar. Beruntung kerusakan di desa itu tidak terlalu parah dibanding di Pa'jukukang.(*)



Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

1 komentar:

  1. semoga imbas dari kontras cuaca di AU yang mengakibatkan pusaran angin cepat berlalu, dan akibat yang ditimbulkannya semoga dapat ditangani dengan cepat..

    BalasHapus

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

BERLANGGANAN BERITA

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR