Selayar
Home » , , , , , , , , » Release Berita Tentang Juri Lomba Mancing Dan Formasi Dinilai Pengecut

Release Berita Tentang Juri Lomba Mancing Dan Formasi Dinilai Pengecut

Penulis Media Selayar on Kamis, 01 Desember 2011 05.40.00

Juri Dan Formasi Lomba Mancing International Selayar Dinilai Pengecut

by SELAYAR. GO.ID on NOVEMBER 30, 2011 in ARSIP SELAYAR

Betulkah Gubernur Sul-sel Dibohongi ?
Mungkinkah orang nomor satu di Sulawesi-selatan ini dibohongi terkait penetapan juara lomba mancing internasional yang gelar dengan sukses oleh panitia pelaksana di Selayar ? jawabnya mungkin saja karena penilaian hasil lomba adalah bukan kewenangan panitia pelaksana sementara pak Gub hanya bertanya pada panitia pelaksana, sehingga ketika menerima jawaban lomba selesai dan hasilnya siap di umumkan maka Pak Gubernur segera akan melakukan penyerahan hadiah, padahal lomba memang selesai dilaksanakan oleh panitia, namun penetapan dan penilaian pemenang lomba bukanlah termaksud dalam laporan selesai panitia melainkan pekerjaan panitia selesai dan penilaiannya diserahkan kepada Pormasi yang merupakan induk organisasi nasional olah raga mancing di Indonesia.

Dalam penetapan hasil lomba sebagai pemenang adalah seekor ikan yang menurut catatan panitia timbang adalah seekor ikan yang telah dinilai diskualifikasi sebelumnya sehingga apa yang diumumkan dan diberi hadiah oleh gubernur Sul-sel berbau bohong dihadapan publik, ini yang menjadi komentar berbagai kalangan peserta lomba mancing di selayar. Malah sejumlah pihak dan sebagian besar club mancing ternama mengaku kapok kembali ke selayar dan malah bersumpah tidak akan pernah lagi mengikuti event lomba maupun apappun namanya bila dilaksanakan di Selayar atau sul-sel padahal sangat diketahui bahwa penetapan ini bukan perbuatan orang Selayar.

Heran juga mereka para peserta dan panitia, kenapa tiba tiba ikan kue atau dalam bahasa selayarnya Juku kalapendang yang sebelumnya dinyatakan diskulaifikasi kemudian mendapat penetapan dari Pormasi sebagai juara”.? Menurut para panitia dan peserta lomba bahwa Pormasi diminta bertanggungjawab dan diminta Jujur dalam hal ini. Namun karena menjaga sesuatu hal yang menyangkut sisi keamanan maka Pormasi pilih diam. Perlu diketahui bahwa sempat terjadi ketegangan sebelum penatapan pemenang, antara POrmasi dan peserta yang di informasikan adalah seorang perwira menengah kepolisian di daerah Selayar, sehingga kepala dinas perikanan sempat turun tangan dan menjawab kepada Gubernur bahwa penetapan pemenang telah sesuai aturan serta ikannya memang ditangkap sesuai petunjuk lomba, padahal sebaliknya bahwa ikan tersebut telah dinyatakan diskualifikasi karena telah melanggar aturan lomba serta di sinyalir kuat sesuai kesaksian dan rekaman bahwa ikan kue atau kalapendang tersebut di duga kuat dari hasil cerita seorang nelayan adalah hasil tangkapan nelayan bahuluang dan terdokumentasi memang sangatlah kentara bahwa ikan tersebut saat di timbang tidak lagi segar seperti hasil tangkapan peserta lainnya dan sempat di angkat oleh Pak Gubernur dan bertanya kepada penanggungjawab lomba Kadis Perikanan bahwa apakah ini sesuai aturan ? dijawab iya .

Berdasarkan pengakuan dan penjelasan tersebut maka Pak Gub kemudian memberikan hadiah berupa sebuah mobil karimun kepada peserta lomba yang dinyatakan menang serta ratusan juta hadiah lainnya.

Sebagian peserta kemudian hanya bisa menggeleng gelengkan kepala pertanda menyayayngkan pengumuman tersebut kemudian meluncur dari mulut seorang gubernur”. Mungkinkah Pak Gubernur Sul-sel di bohongi ?”



Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

2 komentar:

  1. Sahabat. Ya begitulah karena serakah, egois dan sombong sehingga seorang penegak hukum berpangkat AIPTU dng jabatan Kanitserse (dan juga 3 anggota team yang juga polisi ) rela melanggar hukum dan melakukan tindakan kriminal dengan mengancam panitia dan merampas hak-hak milik orang lain secara melawan hukum. Bupati selayar ditiipunya, gubernur sulsel ditipunya dan masyarakat umum juga ditipu demi gengsi Juara I dan sebuah hadiah mobil Karimun. Dengan tindakannya itu dia tidak menyadari telah mengorbankan kepercayaan komunitas mancing Indonesia dan International kepada pemda Selayar dan sulsel serta masyarakat pada umumnya. Tragis …. Siapa mau berkunjung ke selayar kalau hanya untuk ditipu
    Catatan lainnya, sebetulnya direktur turnamen dan tim Juri akhirnyanya menyerahkan keptutusan penentuan pemenang kepada penanggung jawab kegiatan yaitu kepala dinas kelautan dan perikanan. Mereka ngga berani ambil resiko karena terancam sehingga pak Kepala DKP yang menentukan. Pertanyaan besarnya kenapa Pihak pemda dan Kepolisian juga tidak bertindak mengetahui hal ini?

    BalasHapus
  2. kalo taun depan diadain lagi turnamen mancing di Selayar, bakalan gak banyak yang ikut..males ah!!

    BalasHapus

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar