Selayar
Home » , , , , , » UNM Bekukan 23 Lembaga Mahasiswa

UNM Bekukan 23 Lembaga Mahasiswa

Penulis Media Selayar on Selasa, 06 September 2011 17.02.00

MEDIA SELAYAR. Larangan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Opspek di seluruh fakultas UNM diabaikan sejumlah lembaga mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM.

Indikasinya, 2 Agustus 2011 lalu, sejumlah lembaga mahasiswa FBS UNM diketahui Opspek Ilegal pada mahasiswa baru (maba).

Buntutnya, sebanyak 23 lembaga kemahasiswaan di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) terhitung 26 Agustus sampai waktu yang tak ditentukan, dibekukan oleh pimpinan FBS UNM.

Dekan FBS UNM, Dr Kisman Salija MPd, didampingi Pembantu Dekan III FBS UNM, Drs Syukur Saud M Pd, mengungkapkan, pembekuan tersebut merupakan konsekwensi yang harus diterima lembaga kemahasiswaan atas pembangkangan yang dilakukannya.

Namun, Dr Kisman, menegaskan, pembekuan ini bukan merupakan langkah untuk mematikan fungsi lembaga mahasiswa, namun dimaksudkan untuk menata semua lembaga mahasiswa di FBS UNM.

"Pembekuan tersebut lebih dikonsentrasikan untuk penataan lokasi. Langkah penataan ini maksudnya positif demi terciptanya suasana yang indah, karena jumlahnya yang cukup banyak," ungkap Dr Kisman, Senin (5/9), di ruang kerjanya.

Di sisi pendanaan, lanjut Kisman, jika lembaga terlalu banyak, pihak fakultas susah untuk mendanai. Selain itu kegiatan-kegiatan yang dilakukan hanya kegiatan tandikan antara satu lembaga dengan lainnya bukan menarik objek dari luar. Sampai saat ini masih banyak lembaga mahasiswa yang belum melaporkan laporan pertanggungjawaban lembaganya.

Sementara itu, Wakil Presiden Federasi Mahasiswa (Fema) FBS UNM, Darsono, mengungkapkan, langkah yang ditempu oleh pihak fakultas kurang tepat. lembaga yang disalahkan birokraksi tidak seharusnya langsung dibekukan tetapi bisa melalui jalur komunikasi mencari solusi terbaik, supaya tidak terjadi sekat berkepanjangan.

"Kurang tepat jika persoalan tersebut lembaga langsung dibekukan," katanya.

Darsono menuturkan, semestinya tetap ada lembaga karena tanpa lembaga mahasiswa, kegiatan mahasiswa tidak mampu berjalan. Solusi Ospek kemarin yang dilaksanakan bisa ditempuh jalan lain. Jika lembaga kemahasiswaan dibekukan FBS UNM akan pincang.

Dia berharap, birokrasi memberi kebijaksanaan, membuka jalan berkomunikasi, jangan langsung dibekukan, tetapi bangunlah suatu kerjasama yang baik.

Sementara itu, pada Senin (5/9) kemarin, Rektor UNM, Prof Dr Arismunandar MPd, mengunjungi FBS, dan memberikan motivasi khusus ke mahasiswa baru FBS.

Rektor berpesan, agar mahasiswa jangan meninggalkan tiga hal: yakni Jangan tinggalkan hati nurani, jangan ditinggal motivasi, dan jangan ditinggalkan semangat. (upeks)


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar