Home » , , » Selayar Hari Ini Dan Ke Depan

Selayar Hari Ini Dan Ke Depan

Penulis Media Selayar on Selasa, 20 September 2011 05.16.00

Selayar, Hari Ini Dan Ke Depan
H Syahrir Wahab MM
Oleh: H Syahrir Wahab MM. (Mantan Bupati Kepulauan Selayar)
Kabupaten Kepulauan Selayar, yang terletak di kawasan Laut Flores merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan. Posisi geografis yang demikian memiliki peranan penting bagi Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri maupun Provinsi Sulawesi Selatan khususnya dan pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI) umumnya. 

Peranan penting tersebut yang disertai oleh potensi sumberdaya alam yang melimpah telah menumbuhkan keunggulan konfaratif, sehingga Kabupaten Kepulauan Selayar berpotensi dikembangkan dengan pesat.

Dalam perspektif regional, Kabupaten Kepulauan Selayar secara geografis berhubungan langsung dengan beberapa kabupaten dan provinsi di luar Provinsi Sulawesi Selatan. 

Disamping itu, kabupaten ini memiliki atol terbesar ketiga di dunia yang dapat menjadi ikon pariwisata. Atol yang memiliki karang yang luas merupakan sumber ikan dan keanekaragaman hayati untuk kawasan regional.

Secara nasional, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan perairan laut yang dalam, dan berada di tengah-tengah Indonesia sangat berpotensi untuk dijadikan Bandar Niaga di KTI. Peran sebagai Bandar Niaga ini secara otomatis akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pusat interaksi dengan seluruh tempat di Indonesia, khususnya di KTI. 

Dalam perkembangannya di masa yang akan datang, barang ekspor dan impor dari dan keluar negeri dan pasar parawisata internasional akan pula menjadi target pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Mimpi Bandar Niaga tersebut akan lebih cepat terwujud dengan ditemukannya potensi cadangan minyak di sekitar Selayar, serta keinginan pemerintah untuk menambah kepastian pasokan minyak (energi) di KTI melalui pengembangan kilang minyak di Pulau Selayar. 

Pengembangan Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Bandar Niaga Timur (BNT) tidak harus dimulai dari nol, karena sekarang telah tersedia pelabuhan feri Pamatata di Pamatata, pelabuhan feri Pattumbukan di Appatana, pelabuhan Benteng di Benteng, pelabuhan laut di Ujung Jampea di Pasimasunggu, pelabuhan rakyat atau nelayan di pulau-pulau Jampea, Bonerate, Kayuadi, dan Kalao.

Sementara jalan Provinsi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Selayar melalui kota kecamatan juga sudah tersedia seperti Pamatata, Bonelohe, Batangmata, Barugaia, Benteng, Tiletile, Pariangan dan Appatana. Sedangkan sarana perhubungan udara juga sudah tersedia yakni pelabuhan udara Haji Aroeppala di Padang.

Selayar Ke Depan

Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Selayar saat ini, dapat memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana Selayar ke depan. Salah satu lembaga pemerintah yang ada di tingkat pusat yang selama ini punya perhatian penuh kepada Selayar adalah Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tahun 2009 lalu, Menko Perekonomian bersama BPPT, telah melaksanakan kajian percepatan investasi dan pembangunan daerah tertinggal (Studi kasus Kabupaten Kepulauan Selayar) dan melahirkan Blueprint Percepatan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Dalam Blueprint tersebut, ada empat kebijakan yang akan dicanangkan yaitu Selayar sebagai Bandar Niaga di KTI, Selayar sebagai Pusat Logistik dan Industri Perminyakan di KTI, Selayar sebagai Pusat Destimasi Pariwisata Bahari Andalan Nasional, dan Selayar sebagai Pusat Pengembangan Perikanan terpadu.

Selayar Sebagai Bandar Niaga di KTI dengan posisi geografis yang berada pada titik tengah Indonesia, dengan sebaran potensi di dalamnya meliputi potensi perikanan, pariwisata, minyak bumi dan gas, serta potensi sumber daya alam lainnya, bisa menciptakan efisiensi dan nilai tambah secara nasional dalam melayani aktivitas niaga antara wilayah-wilayah di KTI dengan wilayah-wilayah di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan sebaliknya.

Hal ini juga bisa menurunkan inflasi dalam pelaksanaan distribusi kebutuhan bahan pokok dari KBI ke KTI. Bandar Niaga ini akan melayani pasokan barang ke dan dari KTI, yang lalu-lintas transportasinya melalui Selat Selayar. Selain itu, Bandar Niaga ini akan melayani pemenuhan kebutuhan basecamp supply industri perminyakan di KTI.

Untuk menjadikan Selayar Sebagai Pusat Logistik dan Industri Perminyakan di KTI dilatarbelakangi oleh pertimbangan bahwa selama ini satu-satunya daerah yang melayani kebutuhan logistik bagi industri perminyakan di Indonesia adalah Surabaya. 

Oleh karena itu, untuk pengembangan industri perminyakan di wilayah KTI, termasuk industri perminyakan yang akan dibangun di Selayar, pasokan logistiknya dapat didistribusikan melalui Selayar.

Dengan demikian, akan tercipta efisiensi secara nasional dalam proses pendistribusian logistik perminyakan dimaksud, karena dekat dengan sumber dan kawasan industri perminyakan di wilayah KTI. Selain itu, Selayar sendiri memiliki potensi cadangan minyak bumi dan gas yang sangat besar melalui tiga blok, yaitu blok Karaeng, berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Barat, blok Selayar berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Timur, dan blok Kambuno berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Timur.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli perminyakan dari Amerika Serikat belum lama ini menyebutkan bahwa cadangam minyak dan gas yang ada di tiga blok Selayar lebih banyak dibandingkan dengan cadangan minyak yang ada di Balikpapan sekarang ini. 

Oleh karena itu, 10 atau 15 tahun mendatang, kalau ke tiga blok minyak di Selayar ini sudah dekelola, maka rakyat Selayar akan sejahtera.

Kemudian Selayar sebagai pusat destinasi pariwisata bahari andalan nasional mempunyai potensi wisata alam yang banyak dan dikenal luas, diantaranya Taman Nasioanal Laut Takabonerate. Disepanjang pantai di pulau Selayar dan pulau-pulau lainnya juga terdapat hamparan pasir putih yang masih bersih. Sedangkan kawasan terumbu karang dihampir seluruh wilayah laut Selayar sangat cocok untuk wisata diving, snorkeling dan resort.

Selayar yang memiliki luas perairan laut 25.200 km2, sangat cocok dijadikan sebagai pusat pengembangan perikanan terpadu. Dilaut dalam dan dangkal Selayar banyak ditemukan ribuan jenis ikan, termasuk ikan Pelagis dan ikan Demersal yang mempunyai nilai jual tinggi. Sedangkan ikan karang dan ikan hias juga masih berpotensi dikembangkan, termasuk rumput laut, teripang dan mutiara.(***)
Catatan;

-Tulisan ini disampaikan dalam Acara “Kami Bertanya, Syahrir Wahab Menjawab” bersama Komite Masyarakat Peduli Selayar (Kompas), di Graha Pena Fajar, Lt II, 14 Pebruari 2010.


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

1 komentar:

  1. SELAYAR HARI INI DAN KE DEPAN kita seharusnya masyarakat SELAYAR utamanya yang punya wewenan, mulai sekarang masing2 berusaha menggali potensi yang ada,atau menarik PENGUSAHA dari luar untuk menanam modalnya di SELAYAR atau masing2 berusa ha memasukkan proyek2 besar ke SELAYAR apa lagi setelah DANA PERIMBANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI) berlaku EFEKTIP, SELAYAR adalah lintasan yang STRATEGIS ANTARA KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI) DAN KAWASAN BARAT INDONE SIA (KBI) sehingga petensi ini kita bisa manfa atkan banyak sektor bisa kita laksanakan tinggal kita masyarakat SELAYAR mau manfaatkan apa dan bagaimana....!!!!!

    BalasHapus

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

CARI BERITA