Selayar
Home » , , » Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1432 H, Hari Ini

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1432 H, Hari Ini

Penulis Media Selayar on Senin, 29 Agustus 2011 10.57.00

MEDIA SELAYAR. Pemerintah hari ini akan mengeluarkan pengumuman resmi kapan tepatnya 1 Syawal 1432 H tahun ini. Meski dalam kalander pemerintah menetapkan tanggal 30 Agustus 2011 sebagai 1 Syawal, namun belakangan muncul kemungkinan tanggal 1 Syawal bertepatan dengan 31 Agustus 2011, bahkan ada yang 29 Agustus. Di Aceh, misalnya, sebagian warganya dalam Komunitas Habib Muda Seunagan menetapkan hari pertama Lebaran 29 Agustus. Dengan begitu, periode puasa bagi komunitas itu tepat 30 hari penuh.

Pengemuka komunitas itu, Teuku Raja Kumbangan, yang dihubungi dari Melaboh, Minggu (28/8), mengatakan, penetapan tersebut setelah melakukan isbath atau rapat penetapan dengan sejumlah pengemuka komunitas tersebut. "Kami Lebaran Idul Fitri karena telah menyelesaikan puasa Ramadhan selama 30 hari penuh dan keputusan ini juga setelah melakukan perundingan dengan seluruh pengemuka di kalangan kami,"katanya.

Cucu kandung (alm) Habib Muda ini menyatakan, kecamatan itu induk penganut Abu Peulukung, sementara Lebaran dan shalat Idul Fitri pada hari ini juga dilaksanakan di Aceh berpaham sama, yaitu Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Tenggah, Aceh Utara, dan Aceh Selatan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul F Wibisono, mengatakan, Muhammadiyah sudah menentukan Idul Fitri 1432 H pada Selasa (30/8).

Keputusan itu merupakan hasil perhitungan hisab tim Muhammadiyah. Saat matahari terbenam pada hari ke-29 Ramadhan, posisi hilal ada di atas ufuk dengan ketinggian 1 derajat 55 menit. Peneliti senior di Observatorium Bosscha- Bandung, Jawa Barat, Deva Octavian, menegaskan 1 Syawal 1432 H akan terjadi pada 31 Agustus 2011. Penentuan itu berdasar hasil dari pengamatan dan penerapan analisis ilmu astronomi. Oleh karena itu, ijtimak akhir Ramadhan 1432 H akan dilakukan pada pukul 10.04 WIB Senin, 29 Agustus.

"Tinggi bulan saat matahari terbenam 29 Agustus di seluruh wilayah Indonesia kurang dari dua derajat. Dari data tersebut, hilal tidak mungkin dilihat di wilayah Indonesia. Dengan begitu, 1 Syawal 1432 H terjadi pada 30 Agustus setelah maghrib. Jadi, masih ada Salat Tarawih pada 29 Agustus dan tidak ada tarawih pada 30 Agustus," ujarnya.

Dengan demikian puasa pada 1432 Hijriah kali ini berjumlah 30 hari. "Makanya, tidak salah kalau yang menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dalam penentuan awal syawal akan berbeda. Sebab, 29 Agustus, hilal belum terlihat oleh mata karena dekat dengan matahari," katanya.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Jamaluddin, mengatakan, seharusnya tidak perlu ada perbedaan penentuan tanggal satu syawal.

Menurut Thomas, dengan kecanggihan teknologi yang kini dimiliki LAPAN dan Institut Teknologi Bandung, seharusnya bisa ditemukan kesamaan dalam penentuan rukyat maupun hisab. Dengan bantuan teknologi yang terus berkembang, kata dia, kedua cara penentuan penaggalan Islam ini bisa diperhitungkan dengan lebih tepat. "Prinsipnya tetap, penentuan satu syawal ditentukan berdasarkan pengamatan hilal (kemunculan bulan)," ujar Thomas.

Perbedaan penentuan hilal, menurut Thomas terjadi karena masih ada organisasi yang menggunakan cara lama yang disebut wujudul hilal. Cara ini hanya melihat apakah bulan sabit pertama sudah tampak di ufuk. Padahal, penampakan saja tidak cukup. Untuk bisa disebut rukyat jatuh, kata dia, kalau ketinggiannya sudah di atas dua derajat. "Berdasar pengalaman sebelumnya, tidak mungkin ada rukyat pada ketinggian di bawah dua derajat," kata dia. Cara penentuan lainnya adalah dengan menggunakan penghitungan atau hisab. Namun masih banyak organisasi Islam yang tidak mempercayai keakuratan penghitungan melalui hisab ini.

Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat menyebutkan, kepastian penetapan 1 Syawal tetap akan menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar usai magrib, Senin 29 Agustus 2011. Tanggal ini bertepatan dengan berakhirnya hari ke-29 Ramadhan. “Besok (hari ini) baru akan ada keputusan resminya,” ujar Bahrul.

Sidang Isbat yang akan dilaksanakan esok itu kata Bahrul akan dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), seluruh ormas Islam yang ada, dan anggota badan hisab rukyat yang beranggotakan astronom dan peneliti dari LAPAN, ITB dan peneliti lainnya.

Perihal sudah ada ormas Islam yang menetapkan 1 Syawal, Bahrul menyebut pemerintah tidak akan melarangnya. Bahkan organisasi itu tetap akan diundang dalam sidang Isbat.

Menurut dia sebenarnya sudah ada kesepakatan dalam fatwa MUI tahun 2003 agar individu atau kelompok masyarakat mengikuti penetapan 1 Syawal secara resmi dari pemerintah. “Tetapi kan itu sifatnya hanya imbauan,” terangnya.

Selain itu dia menyebutkan adanya organisasi Islam yang sudah menetapkan 1 Syawal seperti Muhammdiyah tidak akan mengurangi nilai 1 Syawal di mata masyarakat. “Yang penting saling menghormati dan menghargai kelompok lain yang belum Lebaran,” katanya. (ant)


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar