Selayar
Home » , , » 2000 Liter Bensin Terpaksa Di Keluarkan Dari Gudang,Padahal Sebelumnya Telah Diumumkan Habis

2000 Liter Bensin Terpaksa Di Keluarkan Dari Gudang,Padahal Sebelumnya Telah Diumumkan Habis

Penulis Media Selayar on Sabtu, 06 Agustus 2011 13.51.00

selayar

selayar

MEDIA SELAYAR. Polres Selayar Berhasil Membongkar Kebohongan Pengelola Pertamina Barugaiya Selayar,setelah sejumlah personil polres selayar memeriksa gudang diareal pertamina tsb, Dan menemukan sedikitnya 2000an Liter Bensin dalam drum yang di sembunyikan pengelola di Dalam Gudang terkunci. Hal ini dilakukan pihak Polres atas adanya pengaduan warga bahwa pengelola menutup penjualan pada pukul 10 pagi dengan alasan habis bensin,padahal ratusan kendaraan masih antri di depan pertamina Barugaiya kecamatan Bontomanai.

Kapolres Kepulauan Selayar, Akbp Setiadi saat di konfirmasi via ponsel membenarkan hal tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memperingatkan pengelola untuk tidak melakukan hal yang sama , dan bila tidak mengindahkan peringatan tsb maka pihak kepolisian akan segera melakukan penindakan.

Sementara itu, ketua FPS, Arsil Ihsan saat dimintai komentar terkait hal ini menyayangkan dan sangat prihatin ataskelakuan pengusahabbm tersebut, pasalnya bbm yang mereka kelola sebagian dan selebihnya adalah bbm yang kemungkinanya bersubsidi dana negara, alias uang rakyat.

Malah Arsil sempat menyampaikan statemen keras atas hal ini dengan menyebut kalimat "Mereka tidak tahu malu" padahal sebagian dan selebihnya kehidupan mereka sangat tergantung dari hasil keuntungan penjualannya yang berasal dari sebagian besarorang Selayar, jadi sama saja mereka itu dihidupi orang Selayar, dan kemungkinan paling memalukan adalah, bila anggaran subsidi yang dimaksudkemudian menjadi modal memperbesar usahanya, inikan sama saja rakyat yang memodali usaha mereka yang setahu saya pribadi, awalnya adalah usaha spekulasi belaka" tanpa menyebut siapakah sebenarnya yang di maksud dala kalimat keras tersebut.

 Lebih lanjut Arsil juga memberikan dukungan dan applaus kepada pihak Kepolisian yang berhasil mengungkap atau menemukan kebohongan tersebut, namun sayang karena tidak melakukan upaya hukum formal yang tentu saja kita tetap mengedepankan azas pra duga tak bersalah.

Dari pantauan media ini, kelangkaan Bbm di wilayah kabupaten kepulauan Selayar telah berlangsung lama, setidaknya tidak pernah terjadi bbm di Selayar lancar seperti di daerah lain di sulawesi selatan bagian selatan yang mengangkut bbm nya langsung dari makassar dengan mobil tangki, sementara stok Selayar selain harus mengunakan mobil tangki dari petamina makassar ke pelabuhan Lappee Bulukumba atau ke pelabuhan Bira.

Selanjutnya dari mobil tangki ke pengangkutan perahu bermuatan tangki untuk di bawa ke pelabuhan Benteng Selayar, selanjutnya dipindahkan dari kapal pengangkut ke mobil tangki lagi atau mengunakan drum plastik atau drum jenis lainya ke pangkalan atau agen resmi penjualan bensin di BentengSelayar. dari beberapa kali perpindahan dimaksud, dapat dipastikan bobot atau netto awal akan semakin berkurang, yang setidaknya telah merugika pengusuaha, wajarlah kemudian bila pengelola memburu kerugian tersebut untuk kelanjutan usaha tentunya.

Namun perlu diketahui bahwa ujung cerita usaha menekan angka kerugian akibat susutnya jumlah bobot atau netto bbm oleh pengelola telah menempatkan warga Selayar menjadi obyek pencarian pulus yang menuai dugaan tindak pidana. Hal ini sangat memungkinkan terjadi, karena takaran yang di pakai dalam penjualan harian masih manual literan . Perlu diketahui bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan satu satunya daerah yang belum memiliki spbu tergaransi dari pemerintah dan pertamina yang dijamin tidak akan merugikan masyarakat dalam hal pemenuhan Hak sebagai warga negara dalam peraturan yang berlaku saat ini.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar