Home » , » Keprihatinan Terhadap Pemerintah

Keprihatinan Terhadap Pemerintah

Penulis Media Selayar on Selasa, 26 Juli 2011 14.14.00

MEDIA SELAYAR. Sejak kekalahan JK dari SBY di pilpress 2009 saya sudah tidak berminat menulis tentang tiadanya prestasi kerja SBY. Yang saya tulis terakhir adalah sifat SBY yang kurang berani. Termasuk menghadapi penggantian menterinya. Tetapi saya tidak pernah komentar tentang prestasi kerja terutama dalam hampir 2 tahun sejak dilantik menjadi presiden yang kedua.

Tetapi tulisan Anies Baswedan sangat menggelitik saya untuk menanggapi. Anies Baswedan adalah intelektual cemerlang Indonesia yang diakui internasional. Dibalik senyum menawan, Anies adalah pejudo andal. Masa kecilnya yang sering berkelahi dan kemampuannya bela diri yang cukup mumpuni membuat Anies punya keberanian sejati dibalik kelembutan senyum beliau.

Calon Kuat Mendiknas!Karena itulah saya tidak kaget ketika dalam opini kompas hari ini beliau berani mengingatkan tentang kinerja pemerintah yang sangat memprihatinkan. Tidak tedeng aling aling , Anies mengatakan pemerintah hanya bisa mengumumkan hasil rapat. Bukan mengimplementasikan hasil rapat menjadi realitas di lapangan. Alias pemerintah tidak becus bekerja.Anies juga mengatakan bahwa pemimpin negeri ini hanya bisa curhat dan meratap. 

Bukannya memberi harapan dan optimisme ke masa depan. Undang undang di buat untuk melindungi presiden selama periode pemerintahannya, agar tidak bisa di ganti atas alasan politik. Ini agar pekerjaan pemerintah dapat berjalan cepat. Tetapi ternyata undang undang ini malah melindungi presiden dari diganti karena tidak bisa berjalan cepat. Sungguh menyedihkan keadaan bangsa ini.Beberapa hari yang lalu JK bilang orang ingat tentang slogan dia. 

Lebih cepat lebih baik. Sayang menurut beliau slogan itu malah berkumandang saat dia kalah. Sedangkan slogan “lanjutkan” malah tidak bergema karena sekarang orang baru sadar bahwa siapa yang kerja saat jaman SBY-JK. Sedikit kilas balik, saat pertama kali SBY-JK bersepakat mencalonkan diri tahun 2004, SBY berkata kepada JK di cikeas bahwa dia tidak punya harta. Karena itulah biaya kampanye di tanggung oleh kelompok JK. 

Sekarang aneh sekali, darimana SBY punya dana trilyunan saat kampanye tahun 2009?.Kalau cara kerja Anas(perlu di buktikan dulu) dalam pemilihan Ketua Demokrat ini adalah standart cara kerjanya partai ini, maka tuduhan terhadap skandal Bank Century adalah tuduhan yang berdasar. 

Apalagi, pemegang saham Bank Century Rafat Ali mengaku hanya mendapat 2 trilyun dari dana yang pemerintah bilang 6,7 trilyun. Tentu ini perlu pembuktian.Keprihatinan Anies Baswedan adalah keprihatinan setiap warga sekarang ini. 

Setidaknya keprihatinan saya pribadi. Berkali kali saya mengatakan, sekedar memberi optimisme saja sudah cukup buat rakyat. Tapi bukannya memberi optimisme, pemerintah malah memberi rakyat ratapan dan keluh kesah. Ketika rakyat butuh keadilan, pemerintah diam. Ketika rakyat butuh keberanian membela kebhinekaan bangsa, pemerintah membiarkan kekerasan sebagian ormas dan terkesan seperti tidak terjadi apa apa. 

Ketika hinaan bangsa lain terjadi, pemerintah tidak bereaksi. Berbeda bila hinaan menimpa keluarga pemimpin.Tiga tahun lagi terasa lama. Entah apa rakyat punya kesabaran menanti. Demokrasi membuat seorang yang tidak berkemampuan dapat terpilih. Apakah yang terjadi bila 2014 presiden terpilih seperti ini? Saya berharap rakyat tidak salah memilih lagi. Kerugian akibat salah memilih pemimpin sungguh memilukan hati. Semoga rakyat sanggup menanti 2014. (*

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

CARI BERITA