Selayar
Home » , , , , , » Mappinawang Tetap Semangat Dan Kebanjiran Tamu Besuk Di Rutan Mamuju

Mappinawang Tetap Semangat Dan Kebanjiran Tamu Besuk Di Rutan Mamuju

Penulis Media Selayar on Senin, 02 Mei 2011 03.53.00

Mappinawang Tetap Semanga,t Dan Kebanjiran Tamu  Besuk, Di ,Rutan Mamuju
Mappinawang Rancang Pembelaan, Organisasi Advokat Bentuk Tempa

Oleh: Nasrun Nur

ARSIP MEDIA SELAYAR. Hidup di ruang tahanan tidak membuat semangat Mappinawang kendur. Sebaliknya, dia tegar. Apalagi, seorang jaksa senior dari Kejaksaan Tinggi Sulsel ikut salut dan memberi dukungan moril kepadanya. Jaksa itu bernama Sawabi Natsir.

Kemarin, Jumat, 29 April, Mappinawang “kebanjiran” tamu. Ruang Kepala Rumah Tahanan Negara Mamuju, tempat Mappinawang menjalani penahanan, serasa sesak. Tamu-tamu itu didominasi pengacara. Ada juga sejumlah aktivis organisasi non pemerintah (ornop).

Inilah kali pertama Mappinawang bebas menerima tamu setelah hampir 24 jam ditahan di rutan tersebut. Pertemuan itu tak disia-siakan Mappinawang untuk menyampaikan rencana pembelaannya. Menurut Mappinawang, sangkaan money laundering atau pencucian uang yang dituduhkan jaksa kepadanya bakal menjadi preseden buruk bagi kalangan pengacara. 

Mappinawang menjelaskan, jika kasus dikatakan money laundering adalah ketika uang yang diberikan ke seseorang tersebut berasal dari hasil kejahatan misal pembelaan pada seorang koruptor.

“Uang yang saya berikan kepada anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum Mamuju, red) itu terserah saya. Itu uang saya kok. Dan saya memberikannya saat sudah tidak ada hubungan kerja lagi dengan mereka (KPU Sulbar, red), karena perjanjian kerja juga sudah berakhir,” ungkap Mappinawang.

Selama pertemuan berlangsung, sesekali istri Mappinawang memberi semangat kepada pria kelahiran Selayar ini. Senyum Mappinawang tak pernah terputus. Terutama kepada wartawan yang menyambangi.

Mappinawang menegaskan, dia menghormati proses hukum terhadap dirinya. “Tapi saya juga akan menempuh prosedur hukum. Saya berharap akan ada titik temu nanti sehingga kasus ini bisa dipandang secara objektif oleh semua pihak,” ungkap dia.

Penegasan ini disampaikan Mappinawang juga kepada para pengacara yang menjenguknya. Memang, imbas penahanan Mappinawang oleh Kejari Mamuju di Rutan Kelas II B Mamuju sejak Kamis sore 28 April, membuat sejumlah asosiasi advokat menggalang kekuatan. 

Solidaritas pengacara yang diberi nama Tim Pengacara Pembela Mappinawang (Tempa) langsung dibentuk usai sejumlah relasi dan kerabat mengunjungi mantan Ketua KPU Sulsel ini.

Mereka yang bergabung di antaranya mantan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Hasbi Abdullah, Ketua LBH Makassar, Abdul Muttalib, dan aktivis perempuan Sulsel, Zohra Andi Baso. Ikut pula bergabung Koordinator Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) Jupriadi.

Sedang organisasi pengacara yang mendukung Mappinawang adalah Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, hingga Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). “Kami siap menghimpun rekan pengacara.

Saat ini saja sudah seratusan lebih rekan yang menyatakan siap mendampingi Kak Mappi,” kata Hasbi Abdullah. Di kalangan koleganya, Mappinawang akrab disapa “Kak Mappi”.

Untuk langkah selanjutnya, ungkap Hasbi, tim advokasi untuk Mappinawang akan mengupayakan penangguhan penahanan. Jaminannya adalah seluruh pengacara yang tergabung dalam Tempa. Surat permohonan penangguhan penahanan telah diajukan begitu Mappinawang dijebloskan ke Rutan Mamuju.

“Mappinawang selaku senior saya di LBH selalu mengajarkan tentang ketelitian dan kehatihatian. Sehingga dengan segala integritas yang ada, kami akan mendampingi Mappinawang dan mengajukan penangguhan penahanan,” tegas Hasbi Abdullah.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel yang juga aktivis perempuan, Zohra Andi Baso, menegaskan jika pihaknya tetap memberikan dukungan moril kepada Mappinawang. “Terlepas nanti apakah Mappinawang diputuskan bersalah atau tidak, kami tetap memberi dukungan moril dan berharap dia tetap kuat,” kata Zohra.

Sementara itu, di Rutan Mamuju, Mappinawang ditempatkan satu kamar dengan mantan Kepala Dinas Perkebunan Mamuju, Andi Syaharuddin. Mantan pejabat Mamuju ini ditahan setelah menjadi tersangka kasus pengadaan pupuk. Keduanya berada di Kamar 2 Rutan Mamuju.

Selama semalam bersama di kamar tahanan, Syaharuddin pun menyatakan kekagumannya atas sosok Mappinanwang yang tetap terlihat tegar. Dia menyatakan jika Mappinawang dan dirinya merupakan korban konspirasi dan kekuatan tertentu. (fajar)


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar