Selayar
Home » » FPS Merelease Berita Tertembaknya Seorang Istri Polisi Di Selayar Telah Mencoreng Nama Polri

FPS Merelease Berita Tertembaknya Seorang Istri Polisi Di Selayar Telah Mencoreng Nama Polri

Penulis Media Selayar on Sabtu, 07 Mei 2011 07.15.00

Judul Orginal Di Blog forumselayar.com  :
FPS Layangkan Pernyataan Sikap Atas Kematian Yang Tidak Wajar (Alm) Kartini, Guru SDI Bonerate, Istri Dari Seorang Anggota Polisi


 Release Media Online :


Istri Polisi Tewas Terkena Peluru Pistol Oknum Anggota Polsek Pasimarannu Selayar

Seorang guru sekolah dasar bernama Indar Hajrah Kartini tewas tertembak, siang tadi. Diduga, warga Desa Takabonerate, Kecamatan Passimarannu, Selayar itu meregang nyawa setelah tertembak oleh pistol suaminya, Brigadir Satu Dedy Arsandi.
Berita terkait


Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.30 wita. Sumber menyebutkan, korban tewas dengan luka tembak di pipi kiri tembus kepala bagian belakang. Tetangga korban mendengar letusan dalam rumah korban. Sesaat kemudian, suami korban keluar sambil menggendong istrinya yang berlumuran darah...........dst......


Membaca release yang kami kutip dari sebuah media online, membuat pemikiran semakin bingung, bisa bisanya seorang yang telah lulus menjadi seorang penegak hukum dengan pangkat yang tersimpan dipundaknya saat bekerja kemudian lupa kepada  latihan moral, mental, dan pendidikan penguasaan senjata yang pernah di lulusinya"  ? bukankah ini sebuah pertanyaan yang sangat sulit terjawab " mungkinkah pelaku ini khilaf ? lantas tega seperti itu " Ataukah mungkin terbawa emosi ?" .....Bila hal ini menurut kamu benar maka khilaf dan emosi akan menjadi alasan yang kemungkinan maksudnya adalah untuk meringankan hukumannya, dan bila kamu tidak membenarkan maka sekujur tubuh akan bergetardan seluruh bulu akan merinding saat membayangkan sebuah peluru yang dimuntahkan dari sebuah senjata resmi milik negara menembus alis kiri bagian atas hingga nyemplung ke otak dan memecahkan kepala bagian belakan hingga kemudian hal ini telah menjadi penyebab malaikat pencabut nyawa  datang mengambil nyawa manusia mulia yang setiap harinya mengabdi kepada Bangsa dan Negara ini, yang telah ikhlas mengajari adik adik kita nun jauh di pulau Bonerate yang terkenal sebagai tanah keramat. betapa Najis, Keji dan betapa kejam serta teganya orang tersebut.  Barangkali saatnya hari ini seluruh pengurus dan keluarga besar FPS berkumpul dan menyatakan sikap :

MENGUTUK KERAS TINDAKAN DAN KEKEJAMAN DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA API MILIK KEPOLISIAN REPUBLIK  INDONESIA YANG MENYEBABKAN HILANGNYA NYAWA MANUSIA DENGAN  ALASAN APAPUN.


MENDESAK PIHAK KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA UNTUK SECEPAT MUNGKIN MENGAMBIL LANGKAH NYATA  DALAM PENGGUNAAN SENJATA API  YANG TIDAK PADA TEMPAT DAN RUANGNYA SEBELUM KORBAN JIWA BERTAMBAH

MENDESAK PIHAK KEPOLISIAN UNTUK SEGERA MENGUSUT TUNTAS KEMATIAN KARTINI, SEORANG GURU DI KABUPATEN SELAYAR YANG DI KHABARKAN MENINGGAL AKIBAT  TERKENA TEMBAKAN  SENJATA API.

MENGAJAK SELURUH SAUDARA SAUDARA  AKTIVIS ANTI KEKERASAN, AKTIVIS PERLINDUNGAN ANAK DAN PEREMPUAN, AKTIVIS PEMERHATI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA  UNTUK SEGERA TURUN KE KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR SULAWERSI SELATAN TERKAIT KEMATIAN KARTINI, IBU MUDA UMUR 29 TAHUN.

Mungkin begini isi dari pernyataan sikap yang nanti kita layangkan ke pihak pihak terkait, dalam menyikapi kejadian yang baru pertama kali terjadi di wilayah hukum Selayar, atau bila ada masukan silahkan sms ke layanan 081 241 927 000. Terima kasih sebelumnya. Rencananya pagi ini sejumlah pengurus FPS akan melayat ke rumah duka sambil ikut menunggu  Jenazah Kartini tiba dari Bonerate.

(Sumber : Forum Peduli Selayar)







Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar