Selayar
Home » , » Wanita Masa Kini

Wanita Masa Kini

Penulis Media Selayar on Jumat, 22 April 2011 09.32.00

PEMBERDAYAAN wanita dalam perannya di berbagai lini kehidupan tidak hanya dibebankan pada kaum pria. Pemberdayaan sepatutnya turut memerhatikan kepentingan sesama kaum wanita, seperti dikatakan Wulan Tilaar.

Wulan bersyukur dirinya bisa merasakan kesetaraan kesempatan dengan kaum pria. Sebab menurutnya, di tempat di pesolok Tanah Air dan dunia, masih banyak ketidakseimbangan peran antara kedua gender.

“Sebagai wanita Indonesia harus bersyukur, meski belum 100 persen kesetaraan, seperti dialami wanita di daerah yang masih menerima banyak pengekangan. Kalau dilihat, wanita justru punya kemampuan dahsyat. Wanita punya multiperan dan multifungsi; sebagai istri, ibu, dan wanita bekerja,” jelas Wulan Tilaar, Deputy General Manager PT Martha Beauty Gallery kepada okezone di sela menerima kunjungan dari Women's International Club (WIC) di Pulogadung, Jakarta Utara, Kamis (21/4/2011).

Sebagai salah seorang penerus tahta perusahaan kosmetik PT Martina Berto Tbk, Wulan menyadari perannya tidaklah ringan. Beruntung, ia punya role model yang senantiasa menuntun langkahnya

“Setiap kali ke museum Martha Tilaar, saya merasa beruntung punya role model seperti Ibu, meski juga harus learning by doing dan never stop learning dari siapapun dan lewat kejadian apapun. Membesarkan usaha ini bagi saya adalah panggilan hidup yang tidak mudah dan butuh waktu,” imbuh wanita berusia 34 tahun ini.

Selain mendapatkan dukungan dari ibunda tercinta, Wulan juga mendapatkan kekuatan dari keluarga kecilnya. Sang suami, Kunto Widarto, sendiri bekerja di perusahaan keluarganya. Setidaknya, Wulan dan suami saling paham bidang yang ditangani.

“Sebelum nikah, ada deal agreement antara orangtua, mertua, dan calon suami. Orangtua saya bilang, calon suami enggak bisa menuntut saya untuk tetap di rumah, karena ada tanggung jawab besar membesarkan perusahaan. Suami saya menyanggupi, dia juga enggak ingin istrinya di rumah,” tuturnya bercerita.

Meski sibuk, Wulan tetap menempatkan prioritas keluarga di atas pekerjaan. Baginya, di akhir hayat nanti, seseorang tidak akan kembali ke pekerjaannya, tapi keluarga.

“Prioritas hidup saya, pertama Tuhan, kemudian keluarga dan pekerjaan. Karena at the end of the day—melihat kisah hidup banyak orang—, family is the one you can only go. Job is not everything. Keluarga adalah tanaman yang harus kita tabor dan siram setiap hari,” ujar ibu dua anak ini.

Ada satu kutipan yang selalu menjadi pijakan Wulan dalam memainkan perannya.

“Satu quote yang saya ingin share, Madeleine Albright, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, bilang bahwa there is a special place in hell for woman who doesn't care the other woman. Kita harus memikirkan kepentingan sesama kaum wanita, enggak boleh egois, kalau enggak ingin disediakan tempat buat kita di neraka,” tukasnya.

KEMBALI KE HALAMAN DEPAN 

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar