.

Media Selayar

Medianya Orang Selayar

Home » , » TABUNG GAS WAJIB MENGGUNAKAN STANDART SNI

TABUNG GAS WAJIB MENGGUNAKAN STANDART SNI

Penulis Media Selayar TV on Senin, 07 Juni 2010 23.16.00

MEDIA SELAYAR. SNI wajib tabung gas mulai berlaku 1 Juli, Pemerintah akan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI wajib) untuk produk tabung gas, kompor gas dan regulator gas, guna mendukung program konversi minyak tanah ke gas. Kebijakan itu akan efektif berlaku mulai 1 Juli 2008.

Regulasi SNI wajib tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perindustrian No. 92/2007 tentang pemberlakuan SNI terhadap lima produk industri secara wajib. Pemberlakuan SNI wajib untuk dua produk lainnya adalah katup (valve) dan selang yang menurut rencana diberlakukan pada tahun depan.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan Depperin telah mengeluarkan SNI wajib atas lima produk pendukung program konversi minyak tanah ke gas sehingga diharapkan dapat menjamin mutu hasil industri dan mencapai daya guna produksi serta melindungi konsumen dari peredaran produk bermutu rendah.

"Seluruh pabrik harus memenuhi SNI wajib. Ada 24 pabrik kompor gas yang harus memenuhi SNI dan sejauh ini kami menilai mereka bisa memenuhinya. Menjaga mutu sangat diperlukan. Semua produk industri harus menjaga kualitas," katanya, baru-baru ini.

Dalam Permen No. 92/2007 tertanggal 30 November, Menperin menetapkan SNI tabung baja elpiji yakni SNI 1452:2007, katup tabung baja SNI 1591:2007, kompor gas satu tungku SNI 7368:2007, regulator tekanan rendah untuk tabung baja elpiji SNI 7369:2007, dan selang karet SNI 06-7213-2006.

Direktur Logam Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan terhitung mulai 1 Juli tidak boleh ada kompor gas, tabung gas dan regulator gas yang diperdagangkan tanpa SNI.

Adapun SNI wajib untuk produk selang dan katup gas, kata Putu, diperkirakan baru bisa diberlakukan tahun depan setelah pelaku industri mampu memenuhi standar tersebut. Tiga prasyarat wajib yang harus dipenuhi produk selang yakni tidak mudah terbakar, retak dan bocor.

"Untuk selang dan valve mungkin agak tertunda pemberlakuan SNI wajib-nya, karena spesifikasinya masih tinggi dan kami harus menunggu kesiapan industri di dalam negeri. Untuk saat ini, produk selang gas yang digunakan cukup hanya memenuhi spesifikasi teknis," katanya.

Dia menambahkan produk tabung baja elpiji yang telah diproduksi dan beredar sebelum pemberlakuan Permen No. 92/2007, paling lambat dalam tempo 10 tahun harus telah selesai menjalani uji ulang oleh produsen tabung sesuai dengan ketentuan. "Tabung elpiji yang telah lulus uji tetap akan diperiksa lagi setiap satu tahun sekali."

Dalam SNI wajib tersebut, aspek keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan serta efisiensi produk menjadi pertimbangan tertinggi. Untuk tabung gas, ketentuan SNI wajib tersebut nantinya akan berlaku untuk seluruh ukuran produk mulai dari 3 kg hingga 50 kg, sedangkan SNI kompor gas untuk sementara diberlakukan untuk produk kompor gas satu tungku dan Depperin tengah menyusun SNI wajib untuk kompor gas dua tungku.

Rawono Sosrodimulyo, Chairperson PT Aditec Cakrawiyasa, produsen kompor gas merek Quantum, menyatakan tidak ada masalah dengan pemberlakuan SNI wajib, karena sejauh ini perusahaan telah menerapkan standar tersebut.

"SNI wajib ini tidak akan memengaruhi harga, yang penting semua produsen harus konsisten memenuhi dan menjaga kualitas mutu produk sesuai dengan SNI,"ujarnya.

Kapasitas naik

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi mengatakan kapasitas produksi tabung akan mengalami penambahan sekitar 2,4 juta unit pada 2009, menyusul rencana investasi empat perusahaan dengan nilai sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar.

"Ada rencana ekspansi empat perusahaan. Itu cukup membantu untuk menambah kapasitas produksi tabung pada tahun depan. Permintaan pasar yang begitu besar telah mendorong minat swasta untuk menggarap industri ini," katanya.

Dengan target kapasitas produksi 600.000 tabung per tahun dan asumsi investasi sebesar Rp10 miliar per perusahaan, maka kapasitas produksi dalam negeri diproyeksikan mencapai 31,6 juta unit per tahun.

Saat ini, kapasitas terpasang industri tabung nasional tercatat 29,2 juta unit dengan jumlah pemain sebanyak 28 perusahaan.

"Kami berharap ekspansi industri tabung didukung ketersediaan pasokan energi, khususnya listrik PLN." (siti.munawaroh@bisnis.co.id)

Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

BERLANGGANAN BERITA

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR