Home » , » PILKADA DAERAH TELAN 13 MILIAR

PILKADA DAERAH TELAN 13 MILIAR

Penulis Media Selayar on Sabtu, 05 Juni 2010 10.45.00

MEDIA SELAYAR. Rencananya, di Sulawesi Selatan digelar Pilkada di 11 kabupaten/kota serentak 23 Juni 2010 mendatang. Mau tahu berapa anggarannya?

Tiap satu kabupaten/kota akan menelan biaya Rp 9-13 miliar. 11 kabupaten/kota tersebut masing-masing Kabupaten Gowa, Bulukumba, Selayar, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara dan Luwu Timur. Nusra Azis, anggota KPU Sulsel saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel, Senin (28/9) di sela-sela pembahasan persiapan Pilkada menyebutkan, estimasi anggaran berdasarkan laporan dari KPU masing-masing kota ini rata-rata Rp 9 miliar hingga Rp 13 miliar.

Dijelaskan, anggaran masing-masing kabupaten/kota ini berbeda satu sama lain, karena hitungannya tergantung dari kondisi daerah masing-masing. Dilihat dari kondisi geografis misalnya lautan atau pegunungan yang tentunya berpengaruh pada biaya transportasi untuk pendistribusian logistik Pilkada.

Di samping itu juga terdapat daerah yang lokasinya cukup jauh misalnya Luwu Utara sehingga estimasi anggarannya mencapai Rp 12 miliar. Kata Nusrah, 41 persen diantara anggaran tersebut terserap untuk honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). "Diprediksi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan ada penambahan karena batasan maksimal pemilih tiap satu TPS dari 800 orang diturunkan menjadi 500 orang," ujar Nusrah.

Prediksi terjadi penambahan, tambah Nusrah, juga pada jumlah pemilih karena telah bertambah usia. Mungkin saja saat Pileg dan Pilpres lalu belum terdaftar namun karena usia telah cukup 17 tahun sehingga sudah layak sebagai pemilih.

Demikian juga pemilih yang terdaftar telah menikah. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di akhir pertemuan mengingatkan agar penyelenggara Pilkada yakni KPU dan perangkatnya untuk tidak main-main mempersiapkan Pilkada. "Pilkada ini lebih rawan dari Pilpres dan Pileg jadi tolong jangan main-main. "Semuanya harus dipersiapkan dengan matang," kata Syahrul tanpa menjelaskan lebih jauh alasan kerawanan yang dimaksud. [bar]


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

CARI BERITA