.

Media Selayar

Medianya Orang Selayar

Home » , » Tabung Gas Taik Laik Pakai Kerap Meledak

Tabung Gas Taik Laik Pakai Kerap Meledak

Penulis Media Selayar TV on Minggu, 06 Juni 2010 00.14.00

MEDIA SELAYAR. Pertamina Sita 50.000 Tabung Gas Tak Laik Pakai Bagian Gas dan Domestik (Gasdom) Regional IV PT Pertamina UPms VII Makassar telah menyita 50.000 tabung gas tak laik pakai sepanjang 2009 hingga Mei 2010. 

Kepala Operasional (Gasdom) Regional IV PT Pertamina UPms VII Makassar Maryadi menuturkan, kebanyakan tabung tak laik pakai lantaran kondisi fisiknya sudah rusak dan adanya tabung gas ilegal beredar di pasaran.Tabung gas tak laik pakai itu terdiri atas 20.000 tabung gas 12 kilogram (kg) dan 30.000 tabung gas tiga kg. “Temuan tabung gas itu banyak diperoleh ketika mengisi ulang tabung di sejumlah Stasiun 

Pengisian dan Pengangkut Bulk Elpiji (SPPBE), yang dibawa agen-agen resmi setiap hari,”ungkapnya di sela-sela peninjauan Komisi D DPRD Makassar di SPPBE PT Permata Alam Semesta mitra Pertamina kemarin. 

Seluruh tabung gas yang tak laik pakai diperbaiki berdasarkan jenis kerusakannya. Semisal kerusakan pada gagang tabung, pada kondisi fisik tabung yang penyok,hingga pemeriksaan intens terhadap tabung yang ditengarai ilegal. 

Saat ini untuk kerusakan tabung gas khusus 12 kg prosesnya bisa dilakukan cepat, utamanya jika pudarnya warna dan penggantian karet. Hanya khusus tabung tiga kg belum bisa dilakukan perbaikan karena belum adanya bengkel. “Kami hanya memiliki bengkel atau workshopuntuk tabung 12 kg saja, untuk tiga kg saat ini hanya ditampung.

Untuk mengganti tabung yang sudah ditarik,saat ini sudah disiapkan stok sekitar 250.000 tabung. Rencananya besok (hari ini), akan masuk tabung sebanyak 50.000 untuk jenis tiga kg,”ujarnya. Di sisi lain, untuk menyuplai kebutuhan konsumen tiga kg, pihaknya setiap hari melayani pengisian tabung gas mencapai 200.000 hingga 300.000 tabung dengan volume gas mencapai 60 metrik ton. Itu diperoleh dari 15 agen resmi Pertamina yang setiap hari ada sekitar 50 mobil pengangkut pengisian ulang. 

Manajer Gasdom Regional IV PT Pertamina UPms VII Makassar Zulfikar Hamid mengklaim proses seleksi terhadap pengisian gas sangat ketat.Sebab,sejak awal datangnya tabung dari agen langsung diperiksa. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar Erna Amin mengatakan, setelah meninjau langsung lokasi pengisian tabung gas, dapat disimpulkan memang proses pemeriksaan terhadap tabung sebelum diisi cukup ketat. 

Bahkan, kata politikus PDK Makassar ini,setiap petugas ataupun tamu diwajibkan memakai helm atau topi pengaman. Sejumlah peralatan elektronik tidak bisa dibawa dikhawatirkan mampu memicu percikan api dan menyebabkan ledakan. “Pertamina sangat teliti terhadap pemeriksaan tabung gas mulai pemilahan tabung yang rusak, pemasangan aksesori, hingga tahap finishing semuanya diawasi ketat,”ujarnya. 

Kendati demikian, Erna Amin mengharapkan adanya sosialisasi ke masyarakat untuk mengantisipasi kasus ledakan. Korban Ledakan Trauma Pakai Tabung Elpiji Sementara itu,musibah ledakan gas yang kerap terjadi di Kota Makassar menyebabkan keluarga korban yang terkena insiden tersebut mengalami trauma menggunakan elpiji. 

Keluarga Cikri Rahman, 37, dan Ani Sari, 28, pasangan suamiistri (pasutri) yang meninggal akibat kasus ledakan gas di Jalan Urip Sumohardjo Lorong I Kecamatan Panakkukang, beberapa waktu lalu misalnya. Pascakasus itu keluarga mereka kembali menggunakan kompor minyak tanah dan meninggalkan tabung gas. 

“Sejak meninggalnya Rahman dan Ani, kami tidak pakai gas lagi. Kami sangat trauma terjadinya ledakan dan trauma menggunakan gas,” ujar keluarga korban, Jumriah, 35, saat ditemui di Jalan Urip Sumohardjo Lorong I,kemarin. 

Keluarga ini termasuk keluarga penerima tabung gas tiga kilogram dalam program konversi gas oleh pemerintah. Dengan keberadaan bahan bakar gas,biaya yang dikeluarkan untuk memasak memang lebih murah. 

Harga minyak tanah di Makassar kini Rp8.000 per liter. Gas tiga kilogram harganya antara Rp13.000 hingga Rp15.000.“Meskipun memakai minyak tanah harganya lebih mahal, itu tidak apaapa. Kami bisa patungan bersama warga lainnya untuk memasak,” kata ibu rumah tangga ini. Sama halnya yang dilakukan keluarga Hartini, 30. 

Rumahnya yang dekat dengan korban ledakan pada pertengahan Mei 2010 lalu ini juga beralih ke minyak tanah karena trauma dengan apa yang menimpa tetangganya tersebut. “Kami sudah menjual tabung gas tiga kilogram kami kepada warga lainnya. Lebih baik pakai kompor minyak tanah daripada nyawa keluarga kami melayang,”ungkapnya kepada Seputar Indonesia. 

Yang cukup disayangkan keluarga tersebut karena pihak PT Pertamina tidak bertanggung jawab atas ledakan tabung gas konversi tersebut. Menurut Jumriah, pasangan Rahman dan Ani harus dimakamkan di kampung halamannya di Malakaji, Kabupaten Gowa, atas biaya sumbangan yang dikumpulkan dari para tetangganya. 

“Saat itu kami menggalang dana sekitar Rp900.000 untuk biaya perawatan rumah sakit (RS) dan penguburannya. Sampai sekarang tidak ada sepersen pun sumbangan atau asuransi yang diberikan Pertamina,”tandasnya. 

Padahal sebelumnya, PT Pertamina menyiapkan asuransi atau dana santunan untuk korban ledakan tabung gas khusus bagi konsumen program konversi mitan. Asuransi tersebut meliputi asuransi kecelakaan diri dan harta benda dengan mekanisme pemberian per kasus. 

Klaim asuransi tersebut baru bisa dibayarkan jika penyebab ledakan menunjukkan murni akibat kesalahan Pertamina dalam hal ini kelalaian pada peralatan, seperti kompor,tabung,regulator, selang. Hal tersebut hanya bisa diperkuat dengan laporan kejadian dari pihak kepolisian yang menunjukkan bahwa kasus tersebut murni ledakan tabung gas ukuran tiga kilogram milik Pertamina.

“Tapi sampai sekarang kami belum menemukan uang santunan. Padahal ledakan itu disebabkan bocornya selang tabung gas yang menyebabkan dua keluarga kami meninggal dunia,” ujar Jumriah. (suwarny dammar/wahyudi)

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

BERLANGGANAN BERITA

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR