.

Media Selayar

Medianya Orang Selayar

Home » » Selayar Pulau Hata Karun

Selayar Pulau Hata Karun

Penulis Media Selayar TV on Kamis, 27 Mei 2010 22.19.00

selayar
Illustrasi, Selayar Pulau Harta Karun
MEDIA SELAYAR. Jika Anda penggemar barang-barang antik seperti piring kuno, keramik kuno, gucikuno, pergilah ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten yang dapat ditempuh dengan penerbangan sekitar 45 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar ini diyakini menyimpan banyak barang antik peninggalan masa lalu. Barang antik ini, selain masih banyak yang terpendam di dasar laut, juga banyak yang dimiliki penduduk.

Menuju Benteng, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, bisa ditempuh dengan penerbangan sekitar 45 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun, penerbangan dengan pesawat kecil cuma dua kali seminggu (Selasa dan Jumat). Akan tetapi, setiap hari bisa ke Selayar dengan menggunakan bus dari Makassar dengan perjalanan sekitar dua jam dan kapal laut sekitar tiga jam.

Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri atas 132 pulau dan baru 26 pulau yang dihuni manusia. Luas wilayahnya 10.503,69 kilometer persegi (krn2), terdiri atas daratan seluas 1.357 km2 dan sisanya merupakan kawasan laut (9.146,66 km2). Lautan yang luas dan indah ini sangat memungkinkan pengembangan wisata bahari, perikanan, dan mineral serta tambang minyak di lepas pantai.

"Laut di daerah ini selain kegiatan itu sangat memungkinkan dijadikan sebagai wilayah pencarian muatan kapal tenggelam di masa lalu. Berupa harta karun yang masih belum tergali secara optimal," kata Bupati Kepulauan Sela- yar Syahril Wahab kepada "PR" di Benteng, akhir Februari 2010 lalu.

Harta karun di wilayah ini cukup banyak. Namun, belum terangkat secara maksimal. Sebagai contoh, bupati menyebutkan temuan beberapa keramik kuno yang diduga peninggalan dinasti Cina. "Sudah ada yang ditemukan, tetapi belum ada investor yang berminat mengangkatnya," kata bupati sambil memperlihatkan contoh keramik kuno yang tersimpan di lemari ruang kerjanya.

Harta karun tersebut ditemukan didalam kapa) yang terpendam di Desa Patibanya dan Desa Harapan Kecamatan Bontosikuyu. Barang-barang yang ditemukan itu sampai sekarang masih belum bisa diangkat, karena tidak adanya investor yang datang.

SELAYAR bisa dibuktikan sebagai "lautan" harta karun.-Bukti lainnya adalah terpasangnya Gong Nekara yang diyakini merupakan gong terbesar dan tertua di dunia. Gong Nekara (bronze drum) ini dibuat pada zaman perunggu di Dong Son dan dibawa ke Selayar oleh pelaut dari Cina. Ini juga se-

bagai bukti Selayar merupakan bandar atau persinggahan pelayaran internasional yang cukup ramai pada masa lalu.

Gong itu kini tersimpan di bangunan sederhana di Kampung Matalalang, Desa Bontobangun, Kecamatan Bontoharu atau beberapa kilometer dari Kota Benteng. Gong ini juga merupakan salah satu objek wisata yang bertebaran di Selayar.

Sayangnya, fasilitas tempat gong ini tidak memadai, termasuk tidak adanya brosur yang bisa dibaea pengunjung. Yang ada, tulisan yang menempel pada papan yang berada di bagian depan halaman bangunan tersebut Ahli sejarah menafsirkan, Gong Nekara merupakan peninggalan kebudayaan zaman perunggu. Usianya diperkirakan sekitar 2.000 tahui) lebih. Gong ini ditemukan seorang petani penggarap tanah kerajaan bernama Saburu tahun 1686. Karena ditemukan di tanah kerajaan, sampai 1760 gong ini menjadi benda pusaka kerajaan.

Gong ini memiliki tiga fungsi pada masanya, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, dan politik. Fungsi keagamaan yaitu sebagai alat komunikasi, upacara, dan sim-boL Sementara itu, fungsi sosial budaya yaitu sebagai simbol status sosial, perangkat upacara, dan karya seni yang mempunyai daya magis religius. Sedangkan fungsi politik yaitu sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.

TIDAK hanya gong, di Selayar juga ditemukan jangkar yang diyakini terbesar dan terpanjang di masanya. Jangkar tersebut kini tersimpan di Desa Nelayan Padang. Jangkar yang dilengkapi dengan meriam itu diperkirakan merupakan peninggalan pedagang Cina pada abad 17-18.

Dengan adanya jangkar yang tersimpan kurang terawat ini, juga membuktikan kawasan laut Kepulauan Selayar merupakan lalu lintas pelayaran dan perdagangan pada masa lalu. Karena ada bukti sejarah demikian, pemerintah kabupaten berkeinginan kembali menghidupkan pelayaran dan perdagangan antarpulau dari daerah itu ke kawasan timur Indonesia (KTT). Pemerintah setempat menginginkan Kepulauan Selayar menjadi Batamnya di KTI. Keinginan itu sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat

Secara geografis Kabupaten Kepulauan Selayar berhubungan langsung dengan beberapa kabupaten dan provinsi di luar Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten dengan perairan laut yang dalam dan berada di tengah-tengah Indonesia sangat berpotensi dijadikan bandar niaga di KTT.

"Peran sebagai bandar niaga ini secara otomatis akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pusat interaksi dengan seluruh tempat di Indonesia, khususnya KTI. Dalam perkembangannya di masa mendatang, barang ekspor dan impor serta pasar pariwisata internasional akan menjadi target pembangunan kami," kata Bupati Selayar lagi.

Jawa Barat bisa belajar banyak dari Selayar. Baik untuk mengembangkan potensi bahari, maupun keberadaan harta karun yang diduga banyak terpendam di perairan Laut Jawa dari perairan Bekasi-Karawang-Subang-Indra-mayu-Cirebon.

Sama dengan perairan di Selayar, Laut Jawa wilayah utara Jawa Barat juga diyakini menyimpan banyak harta karun, baik peninggalan perniagaan kuno pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan, maupun di masa perdagangan modern di abad ke-19. Itu pula, sering kah tim ekspedisi turun untuk mencari harta karun, di antaranya berupa keramik di masa dinasti Cina kuno. (H. Mangara-hon Dongoran/TR")

0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar

BERLANGGANAN BERITA

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend at yahoo dot co dot id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR