Selayar
Home » , » MA Turunkan Tim Pengawas ke Makassar

MA Turunkan Tim Pengawas ke Makassar

Penulis Media Selayar on Kamis, 27 Mei 2010 06.05.00


MEDIA SELAYAR WHILE IMPROVEMENT OF WEB. (27/05/10). MAKASSAR,UPEKS-Mahkamah Agung RI menyikapi surat keberatan yang dilayangkan Sidik Cendana dkk dengan menurunkan tim pengawas untuk memeriksa berbagai pihak di Makassar.

Kedatangan tim tersebut, terkait eksekusi bermasalah yang dilakukan Pengadilan Agama (PA) Makassar baru-baru ini di Jl Ir Sutami.

Pemantauan Upeks, Selasa (25/5) kemarin, di kantor Pengadilan Tinggi Agama Makassar, tim hakim tinggi pengawas Mahkamah Agung empat orang.

Mereka itu, Drs M Taufiq HZ MHI (Ketua), Khudory Aziz SH MHum (anggota), Drs Sarif Usman SH MH (anggota) dan Rohili SH (sekretaris) telah mendengar keterangan, Sidik Cendana dkk. Pemeriksaan itu berlangsung, pagi hingga sore.

Dijadwalkan, Tim pemeriksa MA akan berada di Makassar hingga Jumat (28/5).

Rencananya, tim juga akan memeriksa, H Arif sebagai salah satu ahli waris dalam kasus kewarisan tersebut. Selain itu, ketua PA Makasar, panitera dan juru sita juga akan menjalani pemeriksaan serupa.

Sebelumnya, Sidik Cendana melalui kuasa hukumnya, Anthonius Pabetta,SH mengajukan surat keberatan kepada MA RI terkait eksekusi tanah seuas 24,205 M2 dari luas obyek sengketa 15,13 Ha di Jl Ir Sutami (poros tol).

Lokasinya terletak di Kelurahan ParangloE Kecamatan Tamalanrea.

Eksekusi ril atas putusan MA RI Nomor 20 maret 2009 yang dilaksanakan PA Makassar 6 Januari 2010 terkait perkara kewarisan antara H Harun selaku pemohon eksekusi melawan H Lili Dg Paraga.

Namun dalam lokasi tanah yang dieksekusi itu terdapat tanah milik Sidik Cendana dkk. seluas 24.205 M2.

Disisi lain, berdasarkan penetapan eksekusi Ketua PA Makasar, Nomor:377/Pdt.G/2007/PA.Mks tgl 30 Oktober 2009 itu, Anthonius Pabetta, SH sebagai kuasa hukum Sidik Cendana dkk (pelawan) dalam perkara perlawanan pihak ketiga (denden verzet) telah mengajukan surat keberatan dan sekaligus penangguhan eksekusi kepada PTA Makassar.

Anthonius Pabetta juga mempersoalkan berita acara eksekusi yang tidak prosedural.

''Kalau putusan, memang tak bisa dirobah, maka kami minta berita acara eksekusi itu yang diperbaiki. Sebab pembangian warisan sudah jelas, tetapi pelaksanaan eksekusi yang tidak jelas,'' harapnya.

Singkatnya, eksekusi ril yang dilakukan PA Makassar secara hukum tidak sempurna, tegas Antonius.

Pertimbangan lain, amar putusan MA secara tegas menyatakan menghukum para tergugat untuk membagi dan menyerahkan harta warisan kepada seleuruh ahli waris sesuai pembagian.

Apabila sulit dibagi, secara ril maka, akan dijual lelang dimuka umum lalu hasil;nya dibagi sesuai bagian masing-masing, tegas Antonius. (arf)


0 KOMENTAR TRENDERS:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berbagi Dengan Kami Di Redaksi Blog Media Selayar